Sunday, 13 September 2009

Anaesthesiology: Complication of Local Anaesthesia

Every drugs that are delivered and administered to human body have - should we say - more and less complication. Local Anaesthesia is no exception.
What are these complication? (Sorry for the table, it's sooo blur and induced eyesore)



I. KOMPLIKASI LOKAL


II. KOMPLIKASI SISTEMIK
Komplikasi sistemik jarang ditemui, lebih banyak komplikasi local.
1.Overdosis/ toksis
2.Alergi
3.Idiosinkrasi
4.Efek psikologis (sinkop, hiperventilasi)

OVERDOSIS
OVERDOSIS LARUTAN ANESTESI
I.Faktor-faktor predisposisi


II.Penyebab
(1)Biotransformasi lambat
(2)Eliminasi lambat
(3)Dosis terlalu besar
(4)Absorbsi tempat injeksi cepat
(5)Intravaskuler injeksi
Farmakologi (efek pada CVS dan CNS)
Lidokain
Kadar dalam darah mug/ml


III.Patofisiologi


IV. Manifestasi Klinis
Stimulasi --> depresi/ tanpa simulasi --> depresi
(1)Stimulasi korteks serebri : banyak bicara, kegelisahan, ketakutan, kehebohan (excitement), konvulsi
(2)Cortex depresi : letargi (lemas, lesu), ngantuk, tidak sadar (unconciousness)
Setelah stimulasi kortex ringan --> sedikit/ tidak ada kortex depresi
Bila ada konvulsi : depresi cortex + unconsciousness
(3)Stimulasi medulla --> kenaikan tekanan darah, nadi, respirasi
(4)Depresi medulla --> tekanan darah, nadi, respirasi menurun --> arrest

V. Penanganan
a.Sembuh sendiri (absorbsi semakin menurun)
b.Resusitasi (PABCD)
(1)Posisi trendelenburg, supine
(2)Airway: triple maneuver
(3)Breathing: oksigenasi
(4)Circulation
(5)Definitive care: menenangkan pasien, monitor vital sign, anticonvulsant (diazepam: 5 mg/ menit atau nidazolam: 1 mg/ menit)

OVERDOSIS VASOCONSTRICTOR
I.Manifestasi klinis
Gejalanya tidak dapat dibedakan dengan overdosis karena bahan anestesi
Peningkatan tekanan darah
Disritmia
Takut, kecemasan
Kegelisahan
Kepala berdenyut-denyut, tremor
Perspirasi, lemah, pusing, muka pucat
Kesulitan respirasi, palpitasi (jantung berdebar-debar)

II.Pencegahan
Evaluasi/ pemeriksaan sebelum anestesi lokal
Vasokonstriktor diberikan bila tidak ada kontraindikasi
Volume seminimal mungkin
Konsentrasi rendah
Injeksi pelan
Aspirasi harus dilakuan
Seleksi jenis obat yang digunakan

ALERGI DAN REAKSI ANAFILAKSIS
I. PATOFISIOLOGI


II.Manifestasi klinis
Dapat ringan – berat, cepat – lambat
Rashes (ruam)
Urtikaria
Angioneuritic edema
Kongesti membran mukosa --> rhinitis, gejala asma

III.Penanganan
(1)Antihistamin (benadril, 20-50 mg) bertujuan mencegah pelepasan histamin
(2)Epinefrin (0.5 cc, larutan 1:1000)
(3)Aminophylin (0.5 mg) sebagai bronchodilator
(4)Kortison (4-12 mg)

SINKOP
Efek psikologis: stress, emosi, penakut
Refleks vasovagal meningkat
Dilatasi regio splanicus --> bradikardi, tensi meningkat, pucat, keringat dingin, pusing, mual

And this is the last post about ANAESTHESIOLOGY LESSONS. Meet again in other post about dentistry... ^o^p

No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!