Sunday, 13 September 2009

Anaesthesiology: Technique of Maxillary Nerve Anaesthesia




Perjalanan nervus maksilaris:
Dari foramen rotundum berlanjut ke fossa pterygopalatina kemudian masuk ke fissure orbitalis inferior menuju cavum orbita cavum orbita dan memasuki sulcus infraorbital berlanjut ke canalis infraorbitalis dan berakhir pada bagian depan maxilla melalui foramen infraorbitalis



Cabang-cabang nervus maxillaries:
A. Fossa Pterygopalatina
1. N. cabang faringeal menginervasi mukosa pharynx
2. N. palatine medialis dan posterior menginervasi tonsila dan palatum molle
3. N. palatina mayor menginervasi mukosa dan palatum durum (sampai P)
4. N. nasopalatina menginervasi palatum durum (I – P)
5. N. nasalis lateral superior, posterior menginervasi lateral dinding cavitas nasal
6. N. alveolaris superior, posterior menginervasi gigi posterior, alveolar gingival
7. N. zygomaticus menginervasi kulit pelipis, tulang zygoma
B. Groove dan canalis infraorbitalis
1. N. alveolaris superior media menginervasi dinding anterior maxillaris, akar distobukal M1, P, gingiva bukal, mukosa
2. N. alveolaris superior anterior menginervasi I, C, labial gingiva
C. Cabang terminal di wajah (facial)
1. N. palpebra inferior menginervasi kelopak mata bawah
2. N. nasal lateral menginervasi kulit samping hidung
3. N. labial superior menginervasi pipi, kulit, membrane mukosa bibir atas

NERVUS INFRAORBITALIS
Anestesi untuk maxilla (Intra dan Ekstra Oral)
I. Pendekatan Intra Oral
1. Infiltrasi lokal akiran saraf
2. blok cabang terminal
3. blok n. alveolaris superior dan media (infraorbitalis)
4. nlok n. alveolaris superior posterior
5. blok n. nasopalatinus
6. blok n. palatina mayor
7. blok n. maxillaris
II. Pendekatan Ekstra Oral
1. Blok n. alveolaris superior dan media (N. infraorbitalis)
2. Blok n. maxilla






No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!