Saturday, 10 October 2009

Anatomy: The Seventh Cranial Nerve




NERVUS CRANIALIS VII
NERVUS FACIALIS

Nervus facialis terdiri atas bagian motorik dan sensorik. Bagian sensorik sering disebut juga nervus intermedius (pars intermedii of Wrisberg). Keduanya muncul pada batas bawah pons pada recessus diantara oliva dan pedunculus inferior, bagian motorik yang terletak lebih medial segera menuju sisi lateral bagian sensorik.




Penampang nervus facialis dan nervus intermedius dan kaitannya dengan nervus lain
Bagian motorik menginervasi serabut motorik somatic pada otot-otot wajah, kulit kepala dan daerah sekitar telinga, musculus buccinator, platysma, stapedius, stylohyoideus dan musculus digastricus venter posterior; termasuk serabut motorik simpatis yang meliputi nervus vasodilator glandula submaxilla dan sublingual, dan berlanjut menjadi nervus chorda tympani. Ini adalah serabut preganglionik sistem simpatis dan berakhir pada ganglion submaxilla dan ganglia kecil pada hilus glandula submaxilla. Dari ganglia ini, serabut postganglionic dibawa ke glandula ini. Baign sensoris membawa serabut pengecap dua-pertiga anterior lidah dan beberapa serabut sensorik somatic dari region telinga media. Serabut sensoris splanchnic juga ada.

Akar motorik berangkat dari nucleus yang terletak di dalam formasi retikuler di bagian bawah pons. Nukleus ini terletak di atas nucleus ambiguus, di belakang nukleus olivary superior dan sebelah medial terhadap traktus spinalis nervus trigeminus. Dari sini, serabut berjalan membentuk kurva di dalam substansi pons. Serabut ini berjalan ke belakang dan medial menuju fossa rhomboid dan mendapai akhiran posterior nervus abdusen, berbelok ke atas menuju garis tengah di bawah colliculus fasciculus. Di bagian akhiran anterior nucleus nervus abdusen, serabut ini berbelok lagi dan berjalan ke bawah depan melewati pons menuju titik keluar diantara oliva dan pedunculus inferior.
Akar sensorik berangkat dari ganglion genicular yang terletak di atas geniculum bervus facialis di canalis facialis, di belakang hiatus canalis facialis. Sel-sel ganglion ini bersifat unipolar, dan processus tunggal terbagi dalam bentuk T menuju cabang pusat dan perifer. Cabang pusat meninggalkang batang nervus facialis di dalam meatus accusticus internus dan membentuk cabang sensorik; cabang perifer berlanjut menuju chorda tympani dan nervus petrosus superficialis mayoris. Selanjutnya memasuki otak pada batas inferior pons di antara akar motorik dan nervus vestibulococchlearis, serabut akar sensorik melewati substansi medulla oblongata dan berakhir pada bagian atas nucleus terminalis nervus glossofaringeus dan di fasciculus solitarius.

Dari perlekatan superficial di otak, kedua akar nervus facialis berjalan lateral dank e anterior bersama dengan nervus vestibulococchlearis menuju meatus accusticus internus. Di dalam meatus, akar motorik terletak pada alur pada permukaan superior dan anterior nervus vestibulococchlearis, akar sensoris terletak diantaranya.
Pada dasar meatus, nervus facialis memasuki canalis facialis, yang kemudian melintas dan menuju akhiran pada foramen stylomastoideum. Nervus facialis pada awalnya berjalan lateral diantara cochlea dan vestibulum menuju dinding medial cavum tympani; kemudian berbelok tiba-tiba ke posterior dan melengkung ke inferior di belakang cavum tympani menuju foramen stylomastoideum. Titik dimana nervus ini berganti arah dinamakan geniculum; bagian ini tampak sebagai pembengkakan berbentuk seperti ganglion kemerahan, ganglion geniculum (ganglion geniculi; geniculate ganglion; nucleus of the sensory root of the nerve). Setelah keluar dari foramen stylomastoideum, nervus facialis berjalan ke anterior menuju glandula parotis, melintasi arteri karotis wksterna dan bercabang di belakang ramus mandibula dan membentuk percabangan yang terdistribusi pada kepala, wajah, dan leher bagian atas, menginervasi musculus superficialis di region ini. Cabang-cabang berkumpul dan membentuk pleksus karotis.

Anastomosis cabang-cabang nervus facialis antara lain:

Nervus petrosus superficialis mayoris muncul dari ganglion geniiculum dan terdiri sebagian besar cabang sensorik yang terdistribusi pada membran mukosa palatum mole; tetapi mungkin mengangkut beberapa serabut motorik yang membentuk cabang motorik ganglion sphenopalatina. Nervus ini berjalan ke anterior melalui hiatus canalis facialis dan berjalan di sulcus yang terletak di facies anterior pars petrosa os temporale di bawah ganglion semilunar menuju foramen lacerum. Nervus ini menerima cabang pleksus tympani, dan di dalam foramen bergabung dengan nervus petrosus profunda dari pleksus simpatik pada arteri karotis interna membentuk nervus canalis pterygoideus yang berjalan melewati canalis pterygoideus dan berakhir di ganglion sphenopalatina. Ganglion geniculum terhubung dengan ganglion otic melalui cabang yang bergabung dengan nervus petrosus superficialis minoris, dan juga dengan filament simpatis bersamaan dengan arteri meningea media. Menurut Arnold, cabang berjalan kembali ke belakang membentuk ganglion bersama nervus vestibulococchlearis. Tepat sebelum nervus facialis keluar dari foramen stylomastoideum, umumnya nervus menerima cabang dari cabang auricular nervus vagus.

Nervus stapedius (n. stapedius; tympanic branch) muncul berlawanan terhadap eminensia piramidalis; nervus ini berjalan melalui canalis kecil di eminensia ini untuk mencapai musculus stapedius.
Nervus Chorda Tympani berjalan ke inferior di posterior cavum tympani, sekitar 6 mm dari foramen stylomastoideum. Nervus ini berjalan superoanterior dan memasuki cavum tympani via aperture (iter chordae posterius) pada dinding posteriornya, dekat dengan permukaan medial batas posterior membrane tympani dan setinggi puncak manubrium malleus. Nervus ini berjalan di dalam cavum tympani diantera lapisan fibrus dan mucus membrane tympani, melewati manubrium malleus dan muncul dari cavum melalui foramen yang terletak di dalam fissure petrotympanica, dan dinamakan iter chordæ anterius (canal of Huguier). Serabut nervus ini kemudian berjalan turun di antaramusculus pterygoideus externus dan internus pada permukaan sebalah medial spinal angularis os sphenoidale yang kadang-kadang membentuk alur dan bergabung dengan sudut lancip tepat di margin posterior nervus lingualis. Nervus ini menerima serabut eferen dari akar motorik; kemudian memasuki ganglion submaksila, dan terdistribusi pada glandula submaksilaris dan sublingualis; sebagian besar serabut adalah aferen dan berlanjut melalui otot-otot lidah dan membrane mukosa yang menutupi dua pertiga lidah yang bertanggung jawab sebagai saraf pengecap rasa. Sebelum bergabung dengan nervus lingualis, nervus chorda tympani bergabung dengan cabang ganglion oticum.
Nervus Auricularis Posterior berjalan berdekatan menuju foramen stylomastoideum dan berjalan ke superoanterior terhadap processus mastoideus; disini serabut nervus bergabung dengan filamen cabang auricularis nervus vagus, dan beranastomisis dengan cabang posterior auricularis mayor dan occipitalis inferioris. Ketika nervus berjalan ke atas di antara meatus accusticus externus dan processus mastoideus, ia terbagi menjadi cabang auricularis dan occipitalis. Cabang auricularis mensuplai musculus auricularis posterior dan musculus intrinsic pada permukaan kranium auricular. Sedangkan cabang occipital, cabang yang lebih besar, berjalan ke belakang di sepanjang linea nuchae superior os occipital dan mensuplai musculus occipitalis.
Cabang digastricus (ramus digastricus) berjalan dekat dengan foramen stylomastoideum dan terbagi menjadibeberapa filament yang mensuplai venter posterior musculus digastricus; satu dari filament bergabung dengan nervus glossopharingeus.
Cabang stylohyoid (ramus stylohyoideus) biasanya berjalan bersama-sama dengan cabang digastricus; nervus ini panjang dan ramping, berjalan memasuki musculus stylohyoideus kira-kira di pertengahannya.
Cabang temporal (rami temporales) menyilang arcus zygomaticus menuju facies temporalis, mensuplai auricularis anterior dan superior, bergabung dengan cabang zygomaticotemporale nervus maxillaries, dan dengan cabang auriculotemporalis nervus mandibularis. Cabang yang lebih anterior mensuplai musculus frontalis, musculus orbicularis oculi, dan musculus corrugator, nervus selanjutnya bergabung dengan cabang supraorbital dan lacrimalis nervus opthalmicus.
Cabang zygomatic (rami zygomatici; malar branches) berjalan melewati os zygomaticum menuju angulus lateralis orbita, kemudian mensuplai musculus orbicularis oculi dan bergabung dengan nervus lacrimalis dan zygomaticofacial cabang nervus maxillaries.
Cabang buccalis (rami buccales; infraorbital branches), berdiameter lebih besar daripada cabang mandibularis dan cabang cervicalis, berjalan horizontal ke anterior dan terdistribusi di inferior cavum orbita dan sekitar mulut. Cabang superficial berjalan di bawah kulit dan di superior musculus superficial muka, beberapa mensuplai musculus procerus, bergabung dengan cabang infratrochlearis dan nasociliaris nervus opthalmicus di angulus medialis cavum orbita. Cabang profunda berjalan di bawah musculus zygomaticus dan musculus quadratus labii superioris, mensuplai musculi ini dan membentuk pleksus infraorbital bersama-sama dengan cabang infraorbital nervus maksilaris.cabang-cabang ini juga menginervasi musculus hidung. Cabang profunda mensuplai musculus buccinator dan orbicularis oris, dan bergabung dengan filamen-filamen cabang buccinator nervus mandibularis.
Cabang mandibularis (ramus marginalis mandibulæ) berjalan ke anterior di bawah musculus platysma dan triangularis, menginervasi musculi bibir bawah dan dagu, beranastomosis dengan cabang mentalis nervus alveolaris inferior.
Cabang cervical (ramus colli) berjalan ke anterior di bawah platysma, dan membentuk arcus yang berjalan melewati leher daerah suprahyoid. Satu cabang berjalan ke inferior bergabung dengan nervus cutaneus cervicalis membentuk pleksus cervicalis; sedangkan yang lainnya menginervasi platysma.

No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!