Wednesday, 23 December 2009

Biochemistry: Fluoride (F)

Anggota golongan halogen, sangat reaktif berikatan dengan senyawa logam membentuk kompleks kuat. Mempunyai sifat antibakteri. Membantu proses remineralisasi, mengurangi demineralisasi dan mengurangi perkembangan bakteri plak di rongga mulut.

• Topikal & sistemik (Air minum, tablet, makanan & minuman)
• Simtom awal keracunan F akut jika dosis 30 mg/kg BB
• Lethal Dosis : 50 mg/kg BB

Pengaruh F padad masa pembentukan email
Proses kalsifikasi primer :
• Ektomesenchym membentuk odontoblast
• Lapisan epitel di atas ektomesenkim mengalami proses induksi menjadi ameloblast

Biochemistry: Iodium (I)

Fungsi : 1. Untuk sintesis hormon tiroid 2.Mengatur temperatur tubuh, kecepatan metabolisme, pertumbuhan dan fungsi otot. Sumber : 1. 150 uq/haro 9 ½ sendok the/2 gram garam beriodium) 2. Sea food 3. Tanaman yang tubuh di tanah kaya iodium Defisiensi : 1. Gondok (penbesaran glandula tiroid) 2. Kecepatan metabolisme basal menurun 3. Daerah dekat laut kaya iodi, daerah sekitar danau kekurangan iodium 4. Bahan giotergenik dapat dihilangkan saat memasak Toksisitas 1. Terjadi bila intake 10 kali lebih besar dari RDA 2. Menyebabkan gondok

Biochemistry: Chromium (Cr)

Fungsi : 1. Pada pengaturan metabolisme glukosa, mungkin sebagai penguat kerja insulin. 2. Bentuk krom valensi 3 dapat memperbaiki toleransi glujosa penderita malnutrisi protein kalori. Metabolisme Diabsorpsi dalam usus halus. Krom yang ditransfer ke jaringan terikat pada trans-ferin dan terdapat pada mitokondria hati, mikrosom, dan sinositol. Diekskresi terutama dalam urin. Toksisitas Krom valensi 6 lebih toksik dari pada valensi 3. Kontak kronis debu kromat akibat peker-jaan, akan menambah risiko kanker paru-paru. Krom dalam jumlah berarti masuk maka-nan pada waktu memasak dengan panic stainless steel.

Biochemistry: Seng (Zn)


Fungsi Terdapat sekitar 2 lusin metaloenzim seng antara lain karbonat anhidrase, laktat dehi-drogenase, glutamat dehidrogenase, alkali fosfatase, dan tumidin kinase.

Metabolisme
Dalam lumen usus terdapat factor pengikat Zn yang diekskresi oleh pankreas dan membantu absorpsi Zn. Seng kemudian diangkut kemolekul albumin pada sisi serosa membran sel mukosa. Tembaga dapat mempengaruhi absorpsi Zn dengan kompetisi pada tempat pengikatan molekul albumin dalam ruang intravaskuler. Seng disekresi dalam getah pancreas dan dalam jumlah sedikit dalam empedu. Ekskresi melalui feses, dan keringat. Seng dapat diikat oleh metalotionin hati bila intake seng bertambah.

Biochemistry: Mangan (Mg)

Terdapat pada kacang-kacangan, biji-bijian utuh, sayuran, dan sedikit pada daging. ikan, produk susu. Pada konsentrasi tinggi terdapat pada mitokondria.

Fungsi

1. Sebagai faktor penting untuk pengaktifan glikosiltransferase yang berperan pada sin-
tesis oligosakarida, glikoprotein dan proteoglikan
2. Untuk aktivitas superoksida dimutase

Metabolisme
Diserap melalui usus halus
Pada difisiensi besi, absorpsi Mn meningkat dan dihambat oleh besi. Adanya etanol dalam usus, menambah absorpsi Mn

Toksisitas
Keracunan dapat terjadi pada penambang yang kontak dengan Mn 2+ biji tambang.


Biochemistry: Selenium (Se)

Fungsi
Unsur glutation peroksidase, suatu enzim anti oksidan intraseluler, mirip dengan fungsi vit. E atau alfa-tokoferol
Defisiensi menyebabkan dilatasi jantung dan payah jantung kongestif

Toksisitas
Tanda keracunan adalah nafas berbau bawang putih akibat pengeluaran dimetilselenida. Penebab keracunan adalah kontak jabatan pada industri elektronik, kaca, dan cat.


Biochemistry: Molibdenum (Mo)

Logam ini diperlukan untuk fungsi metaloenzim xantin oksidase, aldehida oksidase, dan sulfit oksidase. Ekskresi utama melalui urin.

Terdapat beberapa bukti bahwa molybdenum dapat mempengaruhi metabolisme tembaga dengan mengurangi efisiensi penggunaan tembaga dan bahkan mungkin mobilisasi tembaga dari jaringan.

New Label: Our Health - Kalium

Konnichiwa~

KALIUM (or potassium), one of the most important mineral found in our body, is going to be the star project for December. Why so? This mineral regulates body fluid and very crucial for hypertension patients. (See... I have a special interest in hypertension). The picture related to the food sources of kalium will be included. This is just a share thought but, I found a paradox in here.

Biochemistry: Besi (Fe)

Dalam tubuh orang dewasa 70 kg mengandung 3-4 gr besi. Fungsi utama adalah un-tuk transpor oksigen oleh hemoglobin.

Terdapat pada daging organ, tumbuhan polong, tetes tebu, kerang-kerangan, dan daun sup. Pada makanan, besi berbentuk feri yang terikat molekul organik.

Dalam lambung, jika pH kurang dari 4, Fe berdisosiasi dan bereaksi dengan senya-wa BM rendah seperti fruktosa, asam askorbat, asasm sitrat, dan asam amino untuk mem-bentuk kompleks yang memungkinkan Fe larut dalam pH netral cairan usus.

Biasanya kehilangan besi pada laki-laki sekitar 1 mg/hari akibat lepasnya sel-sel usus dan sel lainnya yang mengandung besi. Wanita yang menstruasi, kehilangan besi bersama darah menstruasi, sekitar 2 mg.

Sunday, 20 December 2009

Radiology: Introduction


Mata Kuliah Radiologi diberikan oleh almarhum drg. Kuncoro di semester 3. Semoga bahan kuliah dari beliau ini sedikit banyak memberikan kontribusi bagi dentist ni narimasu dan dentist untuk lebih memahami mengenai radiologi, termasuk keguanaan, bahaya, dan aplikasi klinisnya. O-tanoshi mi, minna-san~~~

Quote from Nabari no Oh Volume 5


From Yukimi to Gau Meguro "Di dunia ini ada tiga macam rahasia: rahasia karena tidak ingin diketahui orang lain; rahasia karena tidak dapat mengatakannya pada orang lain; dan rahasia karena berharap orang lain menanyakannya akan hal itu.
(Yukimi to Gau Meguro / Nabari no Oh 5 / Yuhki Kamatani / Square Enix)

Ouran High School Host Club Episode 2


Ouran High School Host Club
Episode 2
A High School Host’s Job

Disclaimer:
Ouran High School Host Club is the property of Bisco Hatori, Studio Bones, and Lala monthly magazine

Musim semi dimulai. Kuncup sakura mulai bermunculan menghiasi ranting-ranting berwarna kecoklatan. Menara jam Ouran tetap tegak menjulang. Udara sudah mulai hangat, tetapi seragam Ouran belum berganti. Ruang perpustakaan tetap ramai dengan celotehan anak-anak. Sang heroin duduk dan menghadapi tumpukan buku yang dibiarkan terbuka. Ia tampaknya sedang mengerjakan tugasnya.


Orange and Our Health



Referensi: Khairuzzaman, Annisa. 2009. mengungkap Rahasia 63 Buah Berkhasiat Istimewa. In Izna Books. Yogyakarta.

Jeruk atau limau adalah semua tumbuhan berbunga anggota marga Citrus dari suku Rutaceae (suku jeruk-jerukan). Anggotanya berbentuk pohon dengan buah yang berdaging dengan rasa masam yang segar, meskipun banyak di antara anggotanya yang memiliki rasa manis. Rasa masam berasal dari kandungan asam sitrat yang memang menjadi kandungan pada semua anggotanya.

Rangkuman Nervi Cranialis

Konnichiwa, minna-san~~
Here. I patch some summary of the twelfth cranial nerves. It's pretty simple and superficial. For you who want to learn more, please refer Gray's Anatomy ne~~





Thursday, 17 December 2009

Anatomy: Perkembangan Neurocranium (part 2)




Perkembangan Cranium
Tulang-tulang yang membentuk calvaria dan beberapa bagian dasar tengkorak berasal dari perkembangan penulangan intramembran (membranous ossification), sedangkan hampir keseluruhan pembentuk dasar tengkorak merupakan perkembangan dari penulangan endokondral (endochondral ossification). (Moore and Dalley, 1999). Cranium berkembang dari mesenkim disekitar otak yang berkembang. Cranium dibagi menjadi dua bagian meskipun mereka tidak terpisah total secara embriologi., yaitu (a) neurocranium, yaitu tulang-tulang yang melindungi otak, berbentuk kubah besar, berhubungan dengan system saraf pusat dan indera dan (b) viscerocranium, yaitu tulang-tulang yang membentuk wajah, berhubungan dengan alimentary dan respirasi. (Falkner, 1978).

Anatomy: Perkembangan Neurocranium (part 1)



Prinsip Pertumbuhan Cranial dan Wajah
Pendahuluan
Waktu dapat mengubah segalanya tak terkecuali wajah manusia, Hal itu berlangsung secara eksplisit sehingga kadang-kadang kita salah menilai umur seseorang dalam beberapa tahun saja. Diskusi pertumbuhan wajah dan tengkorak ini berfokus pada bagian tulang.

Biochemistry: Trace Elements

Cobalt (Co), Tembaga (Cu), Besi (Fe), Molibdenum (Mo), Selenium (Se), Mangan (Mn), Zinc (Zn), Kromium (Cr) dan Iodium (I) adalah unsur-unsur runutan (trace element) yang diperlukan dalam jumlah kecil saja.

Dalam makanan diubah menjadi kobalamin oleh bakteri usus. Kobalt anorganik di-absorpsi di usus dan ikut pada mekanisme transpor besi. Absorpsi meningkat pada pen-derita penyakit hati, kelebihan besi hemokromatosis idiopatik.
Diekskresi melalui urin.
Toksisitas rendah.

Biochemistry: Kalium (K)

Kalium adalah kation (K )utama cairan intra sel

Metabolisme
K mudah di serap oleh usus halus, sebanding dengan jumlah yang dimakan dan bere-dar dalam plasma. Di dalam cairan ekstra sel memasuki semua jaringan. Mempunyai efek besar pada fungsi beberapa organ, terutama depolarisasi dan kontraksi jantung.

Biochemistry: Natrium (Na)

Natrium adalah kation Na utama cairan ekstrasel dan sebagian besar berhubungan dengan klorida dan bikarbonat dalam pengaturan asam-basa. Na penting dalam mem-pertahankan tekanan osmotik cairan tubuh. Pada individu yang peka, terdapat hubungan jelas antara intake Na dengan tekanan darah diastolik. Jadi NaCl dapat memperhebat hipertensi yang telah ada.
Sumber utama dalam makanan adalah pada garam dapur (NaCl).

Biochemistry: Magnesium (Mg)

Ion magnesium terdapat pada semua sel. Pada reaksi ATP, substrat sebenarnya adalah Mg -ATP. Mg dikhelasi di antara fosfat beta dan gama dan mengurangi sifat kepada-tan anionic ATP, sehingga Mg dapat mencapai dan mengikat secara reversible tempat protein spesifik. Sintesis semua protein, asam nukleat nucleotida, lipid dan karbohidrat dan pengaktifan kontraksi otot memerlukan magnesium.

Lyrics "Anna ni Isshou Datta no ni" - Gundam SEED, See-Saw

Uwaahh... the song and the lyrics are SYNCHRO with the anime!

Description: Ending Song

Words: Ishikawa Chiaki
Music/Composition: Kajiura Yuki
Performed by: See-Saw

anna ni issho datta no ni yuugure wa mou chigau iro
arifureta yasashisa wa kimi wo toozakeru dake
tsumetaku kirisuteta kokoro wa samayou bakari
sonna kakkowarusa ga ikiru to iu koto nara
samuzora no shita me wo tojite iyou

We were so close together, but the twilight has a different color now.

Ouran High School Host Club Episode 1


Ouran High School Club. This anime has nice OSTs. This review is the first episode of the anime. The seiyuu-tachi are perfect. Sakamoto Maaya as Fujioka Haruhi’s seiyuu is ignorant plus cute. Miyano Mamoru is indeed suitable for the role as Suoh Tamaki and Matsukaze Masaya also give a techie feeling as Ootori Kyouya. The twins brothers, Suzumura Ken’ichi as Hitachiin Hikaru and Fujita Yoshinori as Hitachiin Kaoru really really synchro. In other way, Saitou Ayaka voices Haninozuka Mitsukuni indeed give him fringe as a loli-shota, as Kiiri Daisuke voices Morinozuka Takashi give him taciturn effect. Hai-hai, ikimashou ka?

Sunday, 13 December 2009

Apple and Our Health



Referensi: Khairuzzaman, Annisa. Mengungkap Rahasia 63 Buah Berkhasiat Istimewa. 2009. In Izna Books.

Jika masyarakat Timur (Eastern) memiliki durian sebagai buah unggulan, maka masyarakat Barat (Western) memiliki apel. Orang Barat sering memakai apel senagai paradigma bagi buah yang menarik.

Thursday, 10 December 2009

Hyposalivation in Elderly Patient

Hiposalivasi pada Pasien Tua (Manula)
Anurag Gupta, BDS; Joel B. Epstein, DMD, MSD, FRCD(C); Herve Sroussi, DMD, PhD
© J Can Dent Assoc 2006; 72(9):841–6Cet

Saliva membantu menjaga pH rongga mulut tetap netral dan menyediakan gudang ion kalsium dan fosfat untuk remineralisasi gigi. Saliva membantu melindungi mukosa rongga mulut dan gigi menghadapi substansi berbahaya, melumasi rongga mulut untuk membantu pengunyahan, penelanan dan pengucapan, serta mengurangi trauma jaringan. Saliva mengandung enzim, immunoglobulin-A, laktoferin, histatin dan defensin, yang menjaga aktivitas antimikroba lokal.

SIDIK DNA

by: drg. Sara Afari Gadro, MKes

Sebagaimana diketahui bahwa teknologi DNA mengalami kemajuan pesat mulai tiga dasawarsa terakhir. Teknologi biologi molekuler ini telah mampu membuat terobosan-terobosan baru yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan manusia di berbagai bidang.

Pemeriksaan Rongga Mulut

Author: Denis Lynch, DDS, PhD, Associate Dean for Academic Affairs, School of Dentistry, Office of the Dean, Marquette University
Contributor Information and Disclosures
Updated: Nov 21, 2006

Pendahuluan
Pemeriksaan rongga mulut adalah daerah diagnosis fisik yang – dalam berbagai alasan – secara tradisional menerima sedikit penekanan pada kurikulum medis predoktoral. Meskipun demikian, beberapa informasi dapat diperoleh melalui evauasi sistematik jaringan lunak dan keras rongga mulut.

Saturday, 5 December 2009

PEMERIKSAAN ODONTOLOGIS DALAM PELAYANAN IDENTIFIKASI

This is lecture by my forensic teacher. by: drg. Sara Afari Grado, MKes Dalam pelayanan identifikasi, peran odontologi forensik didasarkan atas potensi gigi sebagai salah satu sarana yang dipergunakan untuk mengidentifikasi orang, baik korban atau pelaku kejahatan maupun korban kecelakaan, yaitu apabila sarana identifikasi konvensional tidak dapat atau belum memberikan hasil yang meyakinkan. Gigi memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai sarana pemeriksaan identifikasi karena mempunyai faktor-faktor sebagai berikut: 1. Derajat individualitas yang sangat tinggi Disebutkan bahwa berdasarkan perhitungan komputer, kemungkinan menemukan dua orang yang sama giginya adalah satu banding dua trilyun. Dengan penduduk dunia yang berjumlah hanya pada tingkat milyar, akan mustahil ditemukan dua orang yang sama keadaan giginya. Adanya dia kali pertumbuhan gigi (20 gigi susu dan 32 gigi tetap – diphyiodensi), serta dengan adanya perubahan kerena rusak atau tindakan perawatan seperti pencabutan, penambalan dengan berbagai bahan pada berbagai permukaan mahkotanya, perawatan saluran akar, ditambah ciri-ciri khas seperti bentuk lengkung, kelainan posisi gigi dan sebagainya, menyebabkan gigi sangat khas pada orang yang memilikinya. 2. Kuat dan tahan terhadap berbagai pengaruh kerusakan. Selain hal-hal tersebut di atas, dalam keadaan dengan sarana pemeriksaan identifikasi konvensional seperti sidik jari misalnya yang mempunyai kelemahan mudah rusak sehingga tidak dapat dipergunakan lagi atau kurang memberikan hasil yang meyakinkan, maka identifikasi dengan sarana gigi sangat mungkin dapat dilakukan karena sifat gigi yang sangat kuat, tahan terhadap berbagai pengaruh kerusakan seperti trauma mekanis, termis, kimiawi, dekomposisi dan sebagainya. Keadaan demikian karena gigi disamping strukturnya yang mengandung bahan anorganik yang kuta, juga karena gigi merupakan jaringan tubuh yang terdapat di bagian badan, yaitu mulut yang cukup memberikan perlindungan terhadap berbagai pengaruh kerusakan tadi. Identifikasi dengan sarana gigi dilakukan dengan cara membandingkan antara data gigi hasil pemeriksaan orang/ jenasah/ rangka tidak dikenal dengan data gigi yang pernah dibuat sebelumnya dari orang hilang yang diperkirakan. Untuk data post-mortem, maka perlu dicatat pada pemeriksaan antara lain sebagai berikut: 1. Gigi yang ada dan yang tidak ada. Bekas gigi yang tidak ada apakah baru atau lama. 2. Gigi yang ditambal, jenis bahan dan klasifikasi tambalannya. 3. Anomali bentuk dan posisi gigi. 4. Karies atau kerusakan gigi yang ada. 5. Jenis dan bahan restorasi perawatan dan rehabilitasi yang mungkin ada seperti jaket, gigi jembatan, plat ortodonsia, protesa gigi dan sebagainya. 6. Atrisi atau keausan dataran kunyah gigi yang merupakan proses fisiologi untuk fungsi mengunyah. Derajat atrisi ini akan sebanding dengan umur. 7. Gigi molar ketiga sudah tumbuh atau belum. 8. Bentuk lengkung gigi dan rahang. 9. Lain-lain misalnya: ciri-ciri populasional ras, geografis dan sebagainya. Disebutkan ciri-ciri incisival sholvel-shaped pada gigi incisivus dan tuberkulum Carabelli pada gigi-gigi molar atas banyak dijumpai pada ras Mongoloid, palatum yang tinggi lebih banyak dijumpai pada orang-orang yang tinggal di pegunungan dibandingkan yang tinggal di dataran rendah. 10. Akibat tindak budaya seperti mutilasi (pangur), pencabutan/ ekstraksi, pencuilan, pelubangan, pengimbuhan dan sebagainya. Pada identifikasi kasus jenasah, barang bukti dapat bermacam-macam keadaannya dari jenasah yang masih utuh atau segar, tinggal rangka, tebakar hangus, rusak dan hancur, membusuk atau kombinasi keadaan tersebut. Keadaan-keadaan tadi akan menentukan cara melakukan pemeriksaan gigi supaya jelas sehingga dapat diperoleh data-data gigi post-mortem secara baik, lengkap dan akurat. Bila kepala masih utuh maka untuk kepentingan estetis maka sedapat mungkin jangan sampai dirusak. Untuk mengatasi kaku jenasah atau kekerasan jaringan di sekitar rahang akibat terbakar, apabila mulut sulit dibuka, maka dilakukan seksi bentuk tapal kuda dari anguus mandibua sebelah kiri melewati di bawah corpus mandibula (margo inferior corpus mandibula) dan dagu, terus sampai pada angulus mandibula kanan. Dengan memotong vestibulum oris dan otot-otot dasar mulut dan lidah, rahang bawah ditarik ke bawah sampai rahang dan gigi tampak jelas. Apabila ini belum bisa dilakukan maka otot masseter dan otot-otot pada ramus mandibula disiangi sampai mencapai processus condyloideus dan processus coronoideus, kemudian rahang bawah dilepas dengan memotong articulatio antara processus condyloideus mandibula dengan fossa glenoidea kepala. Untuk rahang atas bila dipandang perlu dapat pula dilepaskan dengan cara menggergaji pada batas sebelah atas puncak akar-akar giginya, jangan sampai memotong akar-akar giginya. Apabila telah selesai dilakukan pemeriksaan, bagian-bagian tadi direposisi seperti keadaan semula. Kepala yang tinggal tengkorak dapat diperiksa langsung setelah dibersihkan. Rahang yang lepas dapat diperiksa dengan cermat, bila perlu dipotret atau dibuat foto rontgennya. Untuk rekonstruksi dan reposisi bagian-bagian yang hancur, rahang maupun fragmen-fragmen gigi harus dicari dengan teliti, demikian pula bahan-bahan atau alat restorasi dan rehabilitasi seperti tambalan, jaket, gigi jembatan, alat ortodonsia, protesa gigi yang terpental keluar mulut, bila ditemukan sangat berguna untuk identifikasi. Data gigi yang pernah dibuat sebelumnya (data ante mortem) merupakan syarat utama yang harus ada apabila identifikasi cara membandingkan akan diterapkan (data post mortem dibandingkan dengan data ante mortem). Data gigi ante mortem dapat berupa: 1. Dental record, yaitu keterangan tertulis berupa odontogram atau catatan keadaan gigi pada pemeriksaan, pengobatan atau perawatan gigi. 2. Foto rontgen gigi. 3. Cetakan gigi. 4. Protesa gigi atau alat ortodonsi. 5. Foto muka (close up muka atau rontgen gigi). 6. Keterangan atau pernyataan dari orang-orang terdekat di bawah sumpah Data tersebut dapat dicari pada sumber-sumber seprti praktik dokter gigi, rumah sakit, instansi-instansi pelayanan kesehatan gigi, lembaga/ pusat pendidikan kedokteran gigi atau sanak keluarga dan sebagainya. Selain harus ada, maka ketersediaan data ante morterm tersebut juga harus memenuhi keakuratan untuk dapat diperbandingkan dengan data ante mortemnya, misalnya hal kelengkapan dan kesempurnaan catatan data, kejelasan data untuk diinterpretasi, kriteria yang sama untuk diperbandingkan dan sebagainya. Dalam pelaksanaan operasional pelayanan identifikasi sebagai salah satu sarana pemeriksaan, maka dari pengalaman penanganan kasus-kasus di instalasi Kedokteran Forensik RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, identifikasi dengan cara membandingkan data gigi ini tidak dapat atau sulit diterapkan. Kesulitannya adalah dalam hal untuk memperoleh data gigi ante mortem yang akan dibandingkan dengan data gigi hasil pemeriksaan post mortem yang didapatkan. Untuk memperoleh data gigi ante mortem dental record, kesulitan yang dijumpai, pertama adalah adanya kenyataan bahwa belum semua orang terarsipkan giginya dengan baik. Untuk mengatasi hal ini maka hendaknya dapat diuupayakan pencatatan data gigi pada setiap pemeriksaan atau perawatan gigi semua orang terutama pada orang-orang yang tugasnya mempunyai resiko jiwa. Kemudian kesulitan kedua, yaitu bahwa keadaan gigi setiap orang dapat berubah karena pertumbuhan, perkembangan, kerusakan dan perawatan. Padahal untuk kepentingan identifikasi diperlukan sarana ciri yang tetap. Untuk mengatasi hal ini, hendaknya dapat dilakukan pencatatan data gigi barunya. Pada masyarakat Polri dan TNI misalnya, hal demikian sudah terselenggara dengan adanya program pemersiksaan berkala bagi anggota-anggotanya. Dengan demikian catatan mengenai data gigi dapat diperbaharui, sehingga akan dapat selalu up-to-date. Apabila data gigi ante mortem tidak ada, maka identifikasi dengan sarana gigi dilakukan dengan cara merekonstruksi data gigi post mortem, yaitu menillai data-data gigi yang diperoleh dari hasil pemeriksaan jenasah/ rangka tidak dikenal untuk memperkirakan umur, (melalui pola waktu erupsi gigi-gigi dan derajat atrisi), ras (melalui ciri-ciri rasial iincisival shovel-shaped dan tubercullum Carabelli yang banyak dimiliki ras Mongoloid), ciri-ciri khusus gigi dan sebagainya. Meskipun tidak dapat mencapai hasil sampai tingkat individual, tahapan-tahapan identitas demikian dapat memberikan petunjuk arah penyidikan.

PERAN ANTROPOLOGI FORENSIK DALAM KEDOKTERAN FORENSIK

Ada kalanya penyidikan dibebani kasus-kasus penemuan barang bukti dengan keadaan tidak lagi berupa tubuh yang lengkap, tetapi berupa rangka, sejumlah atau sebagian tulang-tulang atau bahkan sisa-sisa tulang.

Menghadapi keadaan demikian sepertinya halnya pada kasus-kasus yang lain, bantuan pelayanan kedokteran forensik yang diharapkan adalah identifikasi siapa korban dan keterangan-keterangan lain yang dapat mencakup mengenai saat dan cara serta sebab-sebab kematian dan sebagainya.