Sunday, 20 December 2009

Orange and Our Health



Referensi: Khairuzzaman, Annisa. 2009. mengungkap Rahasia 63 Buah Berkhasiat Istimewa. In Izna Books. Yogyakarta.

Jeruk atau limau adalah semua tumbuhan berbunga anggota marga Citrus dari suku Rutaceae (suku jeruk-jerukan). Anggotanya berbentuk pohon dengan buah yang berdaging dengan rasa masam yang segar, meskipun banyak di antara anggotanya yang memiliki rasa manis. Rasa masam berasal dari kandungan asam sitrat yang memang menjadi kandungan pada semua anggotanya.



Sebutan “jeruk ‘ kadang juga disematkan pada beberapa anggota marga lain yang masih berkerabat dalam suku yang sama, seperti kingkit. Dalam bahasa sehari-hari, penyebutan “jeruk” atau “limau” (di Sumatera dan Malaysia), seringkali berari jeruk keprok, atau jeruk manis. Di Jawa, Limau berarti jeruk nipis.

Sekilas tentang jeruk
Pigmen: beta-cryptozanthin, zeaxanthin, lutein
Phytochemical lainnya: hesperetin, limonin, nomilin, phytoene, phytofluene, d-limonene, beta-sitosterol, glutathione, asam D-glucaric
Takaran penyajian: satu buah jeruk
Kandungan vitamin dan mineral setiap penyajian: C (130% Daily Value; DV), folat (12% DV), potasium (12% DV), thiamin (7% DV), niasin (4% DV), kalsium (6% DV), magnesium (4% DV)
Kandungan serat setiap penyajian 12% DV
Skor Oxygen Radical Absorbance Capacity (ORAC) : 750


Jeruk sangatlah beragam dan beberapa spesies dapat saling bersilangan dan menghasilkan hibrida antarspesies yang memiliki karakter yang khas, yang berbeda dari spesies tetuanya. Keanekaragaman ini seringkali menyulitkan klasifikasi, penamaan dan pengenalan terhadap anggota-anggotanya, karena orang baru dapat melihat perbedaannya setelah bunga atau buah muncul. Penelitian-penelitian terakhir menunjukkan adanya keterkaitan kuat Citrus dengan genus Fortunella (kumkuat), Poncirus, serta Microcitrus dan Eremocitrus, sehingga ada kemungkinan dilakukan penggabungan. Citrus sendiri memiliki dua anak marga (subgenus), yaitu Citrus dan Papeda.

Asal jeruk adalah dari Asia Timur dan Asia Tenggara, membentuk sebuah busur yang membentang dari Jepang terus ke selatan hingga kemudian membelok ke arah barat ke arah India bagian timur. Jeruk manis dan sitrun (lemon) berasal dari Asia Timur, sedangkan jeruk bali, jeruk nipis dan jeruk purut berasal dari Asia Tenggara.

Banyak anggota jeruk yang dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan, wewangian, maupun industri. Buah jeruk adalah sumber vitamin C dan parfum penting. Daunnya juga digunakan sebagai rempah-rempah.

Jeruk keprok (Citrus reticulata) memang buah yang sangat mudah kita temui di mana saja dan kapan saja. Selain rasanya yang manis-manis asam, jeruk keprok juga banyak disukai karena daging buahnya banyak mengandung air dan menyegarkan.

Buah ini berasal dari Cina, di Indonesia, jeruk keprok tumbuh baik secara alami maupun dibudidayakan. Kandungan buah ini merupakan sumber vitamin C yang berguna untuk kesehatan manusia. Kandungan vitamin C asngat beragam antar varietas, tapi berkisar antara 27 – 35 mg/ 100g daging buah yang dikonsumsi. Vitamin ini mudah larut dalam air sehingga bila vitamin yang dikonsumsi melebihi dari yang dibutuhkan tubuh, maka kelebihan tersebut akan dibuang dalam urin.

Karbohidrat kompleks dalam kandungan jeruk, berupa polisakarida non-pati (secara umum dikenal sebagai serat pangan) sangat baik untuk kesehatan. Serat pangan di dalam tubuh akan mengikat zat gizi pada suatu gel matriks, sehingga dapat memperlambat proses pengosongan lambung serta proses pencernaan dan penyerapan. Keadaan ini akan memperpanjang rasa kenyang dan menurunkan laju penyerapan glukosa, ini dapat membantu mencegah lonjakan kadar gula darah. Selain daging buah, di beberapa negara juga sudah dikenal produk minyak dari kulit dan biji jeruk, gula tetes, alkohol dan pektin dari buah jeruk yang terbuang. Minyak kulit jeruk dipakai untuk membuat minyak wngi, sabun wangi, esens minuman dan untk campuran kue.

Jika jeruk benar-benar obat panjang umur, maka sebagian dari kekuatannya jelas berasal dari kandungan vitamin C-nya. Vitamin adalah salah satu antioksidan utama bagi tubuh. Vitamin ini juga meningkatkan sistem kekebalan dan mambantu tubuh menyerap zat besi dari makanan. Asupan vitamin C yang tepat dapat mencegah penyakit gusi berdarah, yang dulu banyak membunuh pelaut dalam pelayaran panjang. Hampir lebih dari setengah kru Vasco da Gama tewas akibat gusi berdarah dalam pelayaran utama mereka ke tanjung Harapan pada akhir tahun 1490–an. Akhirnya di pertengahan 1700–an, dokter bedah Angkatan Laut Skotlandia, James Lind, menemukan obatnya: kesembuhan dramatis dapat terjadi jika pelaut mengonsumsi buah jeruk dan limau. Tentu saja kuncinya ada pada kandungan vitamin C. Jeruk tidak hanya memiliki kandungan vitamin C tinggi. Mereka juga memiliki kandungan pelawan penyakit yang hebat, termasuk limonoid dan flavonoid.

Hespertin untuk Jantung Sehat
Flavonoid utama pada jeruk disebut hespertin. Unsur ini juga ditemukan pada jeruk mandarin, lemon, limau dan yang lebih sedikit kandungannya, jeruk besar – yaitu buah sitrus yang memiliki kandungan vitamin C sangat tinggi. Ilmuan menduga ini bukan kebetulan. Menurut ahli antioksidan, Lester Packer, flavonoid seperti hesperetin berfungsi untuk mengaktifkan kembali vitamin C sebagai antioksidan setelah melawan radikal bebas.

No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!