Sunday, 20 December 2009

Radiology: Introduction


Mata Kuliah Radiologi diberikan oleh almarhum drg. Kuncoro di semester 3. Semoga bahan kuliah dari beliau ini sedikit banyak memberikan kontribusi bagi dentist ni narimasu dan dentist untuk lebih memahami mengenai radiologi, termasuk keguanaan, bahaya, dan aplikasi klinisnya. O-tanoshi mi, minna-san~~~



Pendahuluan

Kira-kira 1871 berbagai pengamat bangsa Eropa mulai eksperimen yang intensif dengan tabung-tabung vakum dan menghasilkan fluoressensi. Pada Nopember 1895 Wilhelm Konrad Röntgen, Professor Fisika pada Universitas Würzburg, Bavaria (di Jerman), sedang melakukan percobaan dengan suatu tabung Crookes (vakum) dalam pencarian sinar cahaya yang tidak terlihat (invisible), secara kebetulan diketemukan sinar-x.

Kamar digelapkan dan tabung Crookes ditutup seluruhnya dengan kertas hitam. Ketika aliran bertegangan tinggi dialirkan melalui tabung, timbul suatu pijaran dari suatu layar (screen) barium platinocyanide fluorescent yang terletak pada suatu meja agak jauh dari tabung. Obyek yang terletak di antara tabung dan layar mencetak bayangan pada layar. Pada eksperimen lebih lanjut dengan radiasi-radiasi ini, beliau menemukan bahwa sinar tersebut beraffek pada suatu emulsi fotografik dengan cara yang sama dengan cahaya. Ringkasan dari semua eksperimen-eksperimen ini, beliau sampai pada kesimpulan:

1. Bahwa pijaran tabung Crookes telah mengeluarkan atau menghasilkan suatu energi tertentu atau radiasi yang dapat menembus substansi opaque dengan variasi tingkatan dan beraksi pada suatu sensitized plate.
2. Bahwa energi yang dihasilkan juga menyebabkan suatu layar fluoresen untuk berpijar.
Dari sejumlah eksperimen-eksperimen beliau menyimpulkan bahwa radiasi ini sangat berbeda dari sinar katode Crookes. Tidak dapat menetapkan sifat tepatnya (pastinya), beliau menyebutkan dengan sinar tidak dikenal atau sinar-x.

Sifat-sifat Penting

Di antara sifat-sifat penting sinar-x, yang membuatnya berharga di dalam diagnosa dan treatmen, adalah sebagai berikut:
1. Mampu menembus substansi opaque
2. Mampu memberi affek pada garam-garam silver halide dari film dengan cara yang sama seperti cahaya
3. Mampu menghasilkan fluoresensi atau pijaran bila berkontak dengan kristal dari susunan kimia tertentu
4. Mampu menstimuler atau merusak jaringan hidup.
Sinar-x dihasilkan bila suatu arus elektron berjalan dari katode suatu tabung sinar-x distop (dihentikan) secara tiba-tiba oleh tumbukannya pada anode yang terbuat dari tungsten (sebangsa logam).

Sinar-x adalah tidak terlihat dan berjalan dalam garis lurus dan pada kecepatan sama seperti cahaya yang dapat dilihat. Tidak dipantulkan secara biasa atau berubah arah, tidak dapat disimpangkan oleh suatu magnit, dan tidak dapat difokuskan dengan suatu lensa.

Sinar Grenz, Radiasi Lemah, Radiasi Kuat

Sinar-x bervariasi secara besar dari derajat penetrasinya. Derajat penetrasi yang mana mengatur penggunaannya ditentukan oleh voltase yang digunakan pada tabung sinar-x. Sinar-x yang dihasilkan dengan voltase rendah adalah lemah penetrasinya dan ditunjukkan sebagai radiasi lemah. Mempunyai panjang gelombang yang lebih pajang, sepertinya sebagai contoh sinar Grenz, digunakah untuk roentgenografi dari jaringan lunak, serangga-serangga, bunga-bunga, irisan-irisan mikroskopis gigi-gigi dan jaringan sekitarnya, dan sebagainya. Hasil dari penggunaan kira-kira 10.000 sampai 20.000 volt dalam suatu tabung konstruksi khusus sinar-x.

Sinar-x penetrasi tinggi ditunjukkan sebagai radiasi kuat. Mempunyai panjang gelombang lebih pendek dan dihasilkan dengan aliran dari voltase lebih tinggi. Pada dental roentgenography aliran digunakan berkisar dari 40.000 sampai 90.000 volt (40 – 90 Kvp). Pada medical roentgenography berkisar dari 40.000 – 150.000 volt (40 – 150 Kvp), tergantung pada bagian yang akan diradiograf dan faktor-faktor lain. Pada therapeutic radiology digunakan sinar-x dengan potensial sampai 2.000.000 volt (2.000 Kvp). Pada industri-industri, pengecoran, dan plat baja sampai beberapa inci tebal diperiksa cacatnya dengan disinari dengan aparat konstruksi khusus menggunakan potensial setinggi 1.000.000 volt (1.000 Kvp).

Cara Menghasilkan Sinar-X


Sinar-x dihasilkan atau dibuat pada permukaan dari dan di dalam dasar tungsten dari anode dengan menghujani anode dengan elektron yang datang dari katode. Bila filamen pada katode dipanaskan dengan aliran listrik, suatu awan dari elektron akan terbentuk di dalam vakum disebelah luar filamen. Temperatur dari filamen yang menentukan ukuran awan menentukan jumlah listrik yang akan mengalir di antara katode dan anode semenjak dua bagian ini terpisah dalam suatu vakum. Bila sirkuit voltase tinggi di antara katode dan anode dari tabung sinar-x diaktipkan, elektron meloncat dari katode dan ditarik ke anode. Perjalanan dari elektron-elektron ini tidak dihalangi sebab udara di dalam tabung telah dikeluarkan sebagai suatu vakum yang tinggi.

Kecepatan elektron-elektron ini berjalan melewati jarak antara katode dan anode tergantung pada perbedaan potensial (kV) di antara dua elektrode, dan potensial dikontrol pada panel alat sinar-x oleh kilovoltpeak selector dan dicatat oleh voltmeter. Electron di dalam perjalanannya melewati gap ini difokuskan oleh focusing cup dari katode untuk menumbuk pada focal spot pada permukaan dari dasar tungsten atau target dari anode.

Semua kinetic energy (kecepatan atau gerakan) dibawa oleh elektron dari katode ke anode, hanya kira-kira 0,2 % dirubah kedalam radiasi sinar-x pada 65 kVp. Bila digunakan voltase lebih tinggi, prosentase perubahan sedikit lebih besar. Energi yang tersisa hilang menjadi panas yang mana disebarkan ke kepala alat sinar-x yang dibantu radiator dilekatkan pada anode. Pendinginan dari beberapa tabung sinar-x modern diperoleh dengan rendaman minyak, tabung-tabung lain didinginkan dengan sirkulasi udara atau minyak sekitar tabung atau dengan sirkulasi air melalui anode yang berlubang. Panas harus diangkut keluar dari bungkus tabung. Bila panas tidak cukup cepat dihilangkan dan panas yang tertinggal di dalam tabung berlebihan, tabung akan sangat rusak.

Radiasi Primer Dan Radiasi Sekunder

Radiasi primer adalah radiasi berasal langsung dari focal spot dari target suatu tabung sinar-x. Kecuali untuk sinarnya yang berguna, sebagian besar dari radiasi ini diabsorbsi tutup tabung. Sinar yang berguna (useful beam) adalah radiasi primer yang lewat melalui lubang. Cone atau collimater.

Stray radiation adalah radiasi yang mengalir keluar dari bagian-bagian tabung sinar-x selain focal spot. Hal tersebut termasuk radiasi langsung dan radiasi sekunder dari obyek yang disinari.

Radiasi sekunder adalah radiasi yang dikeluarkan oleh setiap substansi melalui mana sinar-x melewatinya.

No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!