Tuesday, 29 September 2009

Relationship Between Oral Health and Diabetes Mellitus

Konnichiwa minna-san.
There must be lot of articles, journals and reviews about the implications of diabetes mellitus to oral health found if we searched via internet. I interested in the implications of oral health to diabetes mellitus (the vice versa one). I found interesting articles about it sometime ago. My long byoki (illness) stroked me and I just can’t leave the article alone – not to do something about it. I translated it to Indonesian. (I had free time during my Iedul Fitri holiday). This translation is dedicated to those who want to understand the article in Indonesian. Though my English transliteration is so-so, I hope my translation about this great journal help those who share the same interest about this topic. This translation is purely and merely for informational and educational purposes only. The copyright for this journal was belong to its own author and JADA. Oh, yeah, I translated this journal while listened to Nocturne pour Tamaki from “Ouran High School Host Club” anime. Nanto naku, atashi wa ano otoko ga dondon suki to omoimasu. Demo, mochiron, Kyouya-san wa atashi no ichiban daisuki desu (aiyaa-aa megane fetish kara...). KYOYA-san suteki.....

Banana and Dentistry

Happy Iedul Fitri, minna-san.
How was your holiday?

I suddenly get captivated with this fruit. Yes, BANANA! So that's why, I searched through net and find few articles about it. I decided to post it here.

The banana tree isn't really a tree at all. It's an herb, from the family Musa. Did you know that many countries around the world use banana oil in their cooking and that the banana tree leaf is part of several regular diets? Did you know that bananas also come purple or red and that red banana tree is used as a house plant? Did you know that bananas grew all-year round?
(Toque Media Network)

Tuesday, 15 September 2009

Anatomy: The Sixth Nerve




NERVUS CRANIALIS VI
NERVUS ABDUCENT


Nervus abducen menginervasi musculus rectus lateralis. Serabutnya berasal dari nucleus kecil yang terletak pada bagian atas fossa rhomboid dekat dengan bagian tengah dan di bawah colliculus facialis. Nervus ini berjalan ke inferior dan anterior
melalui pons dan muncul pada sulcus diantara margin inferior pons dan akhir bagian atas pyramid medulla oblongata.

Anatomy: The Fifth Nerve

Yare-yare, atashi wa wasurechatta... (Uuuu---). Great God, I forgot... (Hiks---). The fifth cranial nerve is also called Trigeminal Nerve. The biggest and the most important nerve is Dentistry (or so I said - tee hee ^__~). I already upload this nerve under Anaesthesiology topics. Soshite, so that, please read the Anaesthesiology section about Trigeminal Nerve. Well, if I upload again it means that I will do that twice and it sooooo inefficient. Hai, onegaishimasu~~~ Psst... I upload this posting at Cheetoz Warnet, you know?! Oh, It's almost LEBARAN's holiday, you know...?!

Anatomy: The Fourth Cranial Nerve



NERVUS CRANIALIS IV
NERVUS TROCHLEARIS

Nervus trochlearis merupakan nervus cranialis yang paling kecil, menginervasi musculus obliquus superior. Nervus ini muncul dari nucleus yang terletak dasar aqueductus, berseberangan dengan bagian inferior dari colliculus inferior. Dari asalnya inilah, nervus ini berjalan ke anteroinferior melalui tegmentum dan kemudian berjalan ke belakang menuju bagian superior dari velum medulla anterior. Disini, nervus tersebut bersama pasangannya dari arah berseberangan dan muncul dari permukaan velum dari bagian frenulum veli, di balik colliculus inferior.

Anatomy: The Third Cranial Nerve



NERVUS CRANIALIS III
NERVUS OCCULOMOTOR

Nervus occulomotor menginervasi serabut motorik somatik ke seluruh musculus pada bola mata, kecuali musculus obliquus superior dan rectus lateralis; nervus ini juga menginervasi melalui anastomosis dengan ganglion ciliaris, serabut motorik simpatik ke musculus sphincter pupil dan ciliaris.

Anatomy: The Second Cranial Nerve



NERVUS CRANIALIS II
NERVUS OPTICUS

Nervus opticus atau saraf penglihatan terdiri atas serabut yang berasal dari sel-sel ganglion retina. Akson ini berakhir di corpus geniculatum lateral, pulvinar dan colliculus superior yang membentuk pusat visual primer atau bawah. Dari sel-sel corpus geniculatum lateral dan serabut pulvinar melewati pusat visual kortikal, terletak pada cuneus dan di sekitar fissura calcarina. Beberapa serabut nervus opticus melewati dari pusat primer ke retina dan berfungsi mengatur perubahan kimiawi pada retina dan juga pergerakan elemen tersebut (sel pigmen dan kerucut). Terdapat juga beberapa serabut – serabut aferen – berasal dari retina menuju otak yang berfungsi mengatur refleks pupil. Gambar di bawah menunjukkan nervus opticus dan tractus opticus sebelah kiri.

Anatomy: Terminology

Oh, yeah, before start learn anatomy, we have to understand the terms used in the description. Dentist and Dentist-ni-narimasu from Gadjah mada University always and will be always learn anatomy. I think other alumna from other university also learn anatomy... Terminology of structures, directions and planes are the most common used in Anatomy. Oh, yeah, I remembered, my lecturer was drg. Asikin from Dental Basic Science Department. Demo zannen, but unfortunately, he didn't give explanation via picture... so in change for that, I choose my own picture (ihihi... banzai Kira and Athrun) TERMINOLOGI Digunakan istilah khusus (nomenklatur) untuk menamai masing-masing bagian stuktur tubuh --> istilah dari bahasa latin dan yunani Nomenklatur Regional Istilah anatomi untuk bangunan utama tubuh : kepala (caput), wajah (facies), leher (collum), badan (truncus), anggota badan (membrum) Caput : terdapat otak, kulit kepala & ditutupi rambut (capilli) Facies : terdapat celah mata (rima palpebrarum), lubang hidung(naris), celah mulut(rima oris) Collum : basis caudal (berbatasan dengan badan) dan menyempit ke cranial(berbatasan dengan kepala dan wajah) Truncus terdiri atas dada (thorax) dan perut (abdomen); ada bagian yang disebut dorsum (punggung) dan pelvis Membrum dibedakan superior dan inferior: Superior : gelang bahu (cingulum membri superior), lengan (extremitas superior atau membrum superius liberi). Inferior : gelang panggul (cingulum membri inferior) dan tungkai (extremitas inferior) Pada anggota badan atas terdapat : ketiak (axilla), lengan atas (branchium), lengan bawah (antebrachium), gelang tangan (carpus), tangan (manus), telapak tangan (palmar /volar), punggung tangan (dorsum manus), jari tangan (digiti manus; ibu jari tgn : pollex) Anggota badan bawah terdapat : lipat paha (inguinal), bokong (gluteal), paha (femur), lutut depan (patella), lutut belakang (poplitea), tungkai bawah (crural), gelang kaki (tarsal), kaki (pes), tumit kaki (calcaneal), telapak kaki (plantar pedis), punggung kaki (dorsum pedis), jari kaki (digiti pedis; ibu jari kaki = hallux) POSISI ANATOMIS Posisi spesifik dari tubuh untuk keperluan/ memudahkan dilakukan deskripsi tubuh Posisi tidur /telentang (supine), miring atau telungkup (prone), tetap mengacu pada posisi anatomi Posisi Anatomi : berdiri tegak, mata lurus ke depan, lengan di samping, kedua telapak tangan hadap depan dengan ibu jari mengarah ke samping badan, kaki dengan mata kaki berhimpit, telapak kaki, ibu jari kaki ke depan, tidak ada bagian tulang panjang yang menyilang, bagian kanan & kiri merujuk pada sisi kanan dan kiri subyek yang diamati. Look at the picture in the upside. Sakura’s position basically is anatomic position. Regardless her right foot slightly crossed with her left one. Bidang & garis Khayal Pada posisi anatomi dilalui oleh 4 garis khayal : 1. Bidang Median 2. Bidang Sagital 3. Bidang Koronal 4. Bidang Horisontal Terminologi Arah & Relasi : 1. Superior (cranial) 2. Inferior (caudal) 3. Anterior (ventral) 4. Posterior (dorsal) 5. Medial (menuju garis tengah) 6. Lateral (menjauhi garis tengah) Look at the picture below. Toward Kira’s midline, there are lateral and medial aspect (red). Athrun position explains ventral and dorsal position. Terminologi Gerakan : 1.Fleksi : penekukan/ pengurangan sudut; Dorsofleksi ; pleksi kaki ke arah dorsal, plantar fleksi ; fleksi ke arah plantar 2.Ekstensi : pelurusan/penambahan sudut 3.Abduksi: gerakan menjauhi bidang median 4.Adduksi : gerakan ke arah bidang median 5.Rotasi: mengelilingi aksis panjang, khusus ekstrimitas ; endorotasi = rotasi medial dan eksorotasi = rotasi lateral 6.Sirkumduksi: gerakan memutar dengan puncak kerucut, kombinasi fleksi, ekstensi, abduksi adduksi 7.Eversi : gerakan telapak kaki menjauhi bidang median, gerakan waktu permukaan lat diangkat 8.Inversi : gerakan telapak kaki ke arah bidang median 9.Supinasi: gerakan memutar lengan bawah dan tangan sehingga telapak tangan menghadap anterior 10.Pronasi: gerakan memutar lengan bawah dan tangan sehingga telapak tangan menghadap posterior 11.Protrusi : gerakan ke anterior 12.Retrusi: gerakan ke posterior 13.Protraksi: gerakan menggerakkan bahu ke anterior 14.Retraksi: menarik bahu ke posterior 15.Opposisi: gerakan ujung jari tangan ke ujung jari lainnya 16.Reposisi: gerakan jari tangan kembali ke posisi anatomis 17.Elevasi: gerakan mengangkat atau menaikkan bahu 18.Depresi: gerakan menurunkan atau mengerakkan bahu ke bawah Terminologi bangunan pada tulang dan organ : A.Istilah bangunan yang meninggi : 1.Tuber: tonjolan besar, bulat 2.Tuberculum : tuber yang kecil 3.Condylus: bulatan pada ujung tulang dekat sendi merupakan bagian dari persendian 4.Epicondylus : tonjolan di atas condylus 5.Juga : tonjolan sebagai bukit 6.Spina : tonjolan seperti duri 7.Processus : tonjolan meruncing 8.Crista : rigi yg meninggi 9.Linea : rigi yang tidak meninggi berupa garis 10.Labium : peninggian yang tumpul dan melebar (bibir) 11.Pecten : rigi yang tidak begitu lebar dan tinggi 12.Eminentia : sesuatu/ daerah yang meninggi 13.Cornu : bangunan sebagai tanduk 14.Caput : bulatan yang besar 15.Capitulum : caput yang kecil 16.Torus : penebalan tulang 17.Tuberositas : permukaan tulang yang kasar, peninggian yang bervariasi 18.Hamulus : tonjolan tulang berbentuk kait B. Istilah untuk bagian yang mendalam : 1.Fovea : cekungan spt lembah 2.Foveola : fovea yang kecil 3.Impresario : cekungan disebabkan oleh alat lain 4.Fissura : celah 5.Incisura : takik 6.Sulcus : parit 7.Fossa : daerah seperti lembah 8.Fossula : fossa yang kecil C. Istilah untuk lubang-lubang : 1.Apertura : pintu masuk ke dalam rongga 2.Ostium : muara suatu/ saluran ke dalam rongga lain 3.Porus : lubang umumnya sebagai pintu masuk/ muara keluar saluran pada tulang 4.Foramen : lubang pada tulang, tidak bersaluran 5.Orificium : lubang sepert porus untuk jaringan 6.Foramina : lubang kecil D. Istilah untuk saluran-saluran : 1.Canalis : kanal, saluran berpipa pada tulang 2.Canaliculi : kanal yang kecil 3.Ductus : pipa, saluran berdinding dilapisi selaput lendir 4.Ductilus : pipa yang kecil 5.Tubus : pipa besar 6.Tubulus : pipa agak kecil 7.Meatus : liang/ gang E. Istilah untuk rongga-rongga : 1.cavum : rongga yang besar 2.cavitas : rongga yang kecil 3.sinus : rongga tertutup berisi udara/darah/cairan 4.cellula : rongga kecil dalam tulang berisi udara

Anatomy: The First Cranial Nerve


NERVUS CRANIALIS I
NERVUS OLFAKTORIUS

Nervus olfaktorius atau disebut juga nervus pembau terdistribusi pada membran mukosa regio olfaktori cavitas nasal. Cavitas nasal merupakan daerah yang terletak di sekitar concha nasalis superior hingga septum nasal. Nervus olfaktorius berasal dari processus sentral sel-sel olfaktorius membran mukosa nasal. Nervus ini membentuk jejaring plexiform pada membran mukosa dan kemudian terkumpul menjadi 20 cabang. Cabang ini kemudian menembus lamina et foramina cribosa os ethmoidale menjadi dua kelompok, yaitu kelompok lateral dan medial. Nervus ini berakhir pada glomerulus bulbus olfaktorius. Setiap cabang dilindungi selubung duramater dan piamater. Lapisan selubung duramater menghilang di periosteum hidung sedangkan selubung piamater menghilang di neurolemma nervus.

Anatomy: Introduction to Cranial Nerves



(Intro)
Waa---aaah,,, gomen nasai, karena sifat kurang kerjaan saya...
I Intended to post my translation about cranial nerves. The story began few years ago, when I still young and embedded with snuffles nose (O_o). Oh, well, Haamid-senpai gave me the twelveth cranial nerves taken from Gray's Anatomy. I just happened to translate it rawly. I think it need to be revised again and again. So, anyone who want to give me suggestions and advices I humbly accept that.
So...

Fire Emblem Sacred Stone: Eirika and Innes (B)



(Marching sound...)
Ehehe... finally, the continuation of the previous fanfic of Fire Emblem: Sacred Stone is on air. O matase shimashita!! Hai, sore ja, happy yonde kudasai ne!

DEAERU KOTO SHINJITERU
I Believe We Will Meet Again
(Fanfic Fire Emblem: Sacred Stone; pairing Eirika-Innes; support conversation B)

“.... Apa yang kamu lakukan?”, tanya Innes tak sabar. Eirika terkejut, “Apa lagi kali ini Innes?”, tanya Eirika sambil terus mengamati barisan Caellah di kejauhan.

Sunday, 13 September 2009

Espada-tachi : Aizen Vassals from BLEACH manga


This week charas are Espada-tachi. Taken from Kubo Tite’s manga “BLEACH”, these charas are antagonists’ side. They are numbered from one to ten. The picture shown here doesn’t responding to their actual number, so the character in the most left one isn’t the number one, henceforth, the character in the most right isn’t number ten. Espadas are ‘hollows’ that transformed into human or humanoid forms via Sogyoku. That traitor Aizen did do that! Aizen always make me shivering every time he appears in Kubo Tite’s sensei’s chapter. He always gives me cold feet and fluttering stomach. Like there’s no happiness every time he makes appearance (Dementor?!).

Anaesthesiology: Complication of Local Anaesthesia

Every drugs that are delivered and administered to human body have - should we say - more and less complication. Local Anaesthesia is no exception.
What are these complication? (Sorry for the table, it's sooo blur and induced eyesore)


Anaesthesiology: Technique of Mandibularis Nerve Anaesthesia


PENDEKATAN INTRA ORAL


I. BLOK NERVUS ALVEOLARIS INFERIOR
Dasar pemikiran: blok n. alveolaris inferior bisa dilakukan dengan mendeponirkan anestetikum sekitar nervus tersebut sebelum masuk ke canalis mandibularis. Metode ini dianjurkan Karena injeksi supraperiosteal biasanya tidak efektif terutama untuk region gigi-gigi molar.
Sulcus mandibularis terletak pada facies interna ramus mandibulae. Berisi jaringan ikat longgar yang dilalui oleh n. alveolaris dan pembuluh darahnya. Sebelah medialnya tertutup oleh ligamen sphenomandibularis dan m.pterygoideus medialis.

Raphe pterygomandibulatis terlatak tepat di bawah mukosa dan bisa di raba apabila mulut dibuka lebar-lebar. Raphe membentang dari crista mylohyoideus pada mandibular, di sebelah posterior molar ketiga, ke hamulus pterygoideus.

Teknik: palpasi fossa retromolar dengan jari telunjuk sehingga kuku jari menempel pada linca oblique. Dengan barrel (bagian yang berisi anestetikum) syringe terletak di antara kedua premolar pada sisi yang berlawanan, arahkan jarum sejajar dengan dataran oklusal gigi-gigi mandibula ke arah ramus dan jari.

Anaesthesiology: Technique of Maxillary Nerve Anaesthesia




Perjalanan nervus maksilaris:
Dari foramen rotundum berlanjut ke fossa pterygopalatina kemudian masuk ke fissure orbitalis inferior menuju cavum orbita cavum orbita dan memasuki sulcus infraorbital berlanjut ke canalis infraorbitalis dan berakhir pada bagian depan maxilla melalui foramen infraorbitalis

Anaesthesiology: Trigeminal Nerve



(Whistling) I relieved I had passed the previous post (about The Pharmacology of Vasoconstrictor). Why? Because editing it was like depleting my adrenaline. I change the layout many times and I gracefully satisfied with the result.

Ramadhan months has already reach its last-third. How's everyone fasting? I passed 13 days without fasting. My debt is like mount Vesuvius. Oh yeah, during fasting month, I watched Ouran High School Host Club Anime. It's very refreshing. Just wait for the review, okay!

Anaesthesiology: The Pharmacology of Vasoconstrictor

Semua anestesi lokal yang disuntikkan efektif secara klinis memiliki derajat aktivitas vasodilatasi yang berbeda-beda. Vasoaktivitas tergantung dari jenis anestesi lokal, tempat injeksi dan respon individu pasien. Setelah anestesi lokal diinjeksikan ke dalam jaringan, pembuluh darah di tempat tersebut menjadi berdilatasi, mengakibatkan kenaikan perfusi pada tempat injeksi disertai beberapa reaksi:
a. Kenaikan kecepatan absorpsi anestesi lokal ke dalam sistem kardiovaskuler yang berfungsi untuk mengeliminasi obat tersebut dari tempat injeksi.
b. Konsentrasi anestesi likal dalam plasma darah yang tinggi dapat meningkatkan resiko toksisitas.
c. Penurunan kedalaman anestesi dan durasi aksi karena anestesi lokal berdifusi lebih jauh dari tempat injeksi lebih cepat.
d. Meningkatnya perdarahan (bleeding) pada tempat injeksi karena kenaikan perfusi.

Sunday, 6 September 2009

Tobacco Smoking May Increase for Tuberculosis (MedScape)


Laurie Barclay, MD
September 1, 2009 — Tobacco smoking is associated with a 2-fold increased risk for active tuberculosis, according to the results of a prospective Taiwan cohort study reported in the September 1 issue of the American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

"Previous case-control studies and a small number of cohort studies in high-risk populations have found an association between tobacco and active tuberculosis, but no cohort studies have been conducted in the general population on this association to date," write Hsien-Ho Lin, MD, ScD, from Harvard School of Public Health in Boston, Massachusetts, and colleagues.

Klain, Will and Neimi: Archer and Sniper from Fire Emblem


This week charas will be Klein, Will and Neimi. First of all, I love archer (including sniper). Klein takes part in Fire Emblem: Fuuin no Tsurugi (The Sealed Sword) whereas Will plays role in Fire Emblem: Rekka no Ken (The Blazing Sword) and Neimi is the character in Fire Emblem: Seima no Kouseki (Sacred Stone). Fiuuhhh....

Archer has solid stats all over, especially in their skill and speed, but weak in resistance and defence. No wonder, because archer is physic long-range combatant. Now let’s get started.

Anaesthesiology: The Pharmacokinetic of Local Anaesthesia

Good day, everyone! It was already the middle in the Ramadan month. How was your fasting? I cut my fringe a little so that I had a fresh look, though it didn’t that significant. Oh, yeah, I managed to tidy my wardrobe and found that I should donate few of my clothes to those who need. Oh well, the second anesthesiology posting is about to come. For this occasion, I will post about the pharmacokinetic of local anesthesia. Pharmacologic consists of four main concerns; absorption, distribution, metabolism and excretion. You see, every drug that we swallow, deliver or injected to body always experience this moment (pharmacokinetic things).

Anaesthesiology: Pain and Pain Reaction


“Sakit dan senang adalah hal sederhana yang tidak dapat didefinisikan” (Burke)
Sakit adalah mekanisme perlindungan diri dalam tubuh yang akan muncul ketika suatu jaringan mengalami kerusakan. Dan ini menyebabkan individu bereaksi untuk menghilangkan rasa nyeri. Sebagai contoh sederhana, duduk di kursi yang terlalu lama akan menyebabkan kerusakan jaringan karena kurangnya aliran darah pada kulit karena tertekan oleh berat badan. Hal ini menyebabkan kondisi iskemia dan rasa sakit pada area kulit tersebut. Pada orang normal, dia akan merubah posisi duduknya atau bahkan berdiri untuk mengurangi rasa sakitnya, tetapi pada orang yang kehilangan sensasi sakit, seperti pada penderita kelainan batang otak (spinal cord injury), dia tidak akan beranjak dari tempat duduknya. Hal ini akan menyebabkan ulserasi pada kulit yang mengalami tekanan. Ini membuktikan bahwa masing-masing individu memiliki reaksi sakit yang berbeda-beda meskipun menerima rangsangan nyeri yang sama.

Introduction: Local Anaesthesia in Dentistry

Konnichiwa minna-san, ogenki desu ka. Even though today is fasting day, let’s have our soul genki always.

I was archiving my old lecture materials some days ago and found anaesthesia lesson packed together with oral surgery lesson. Anaesthesia lesson was given by drg. Poerwati Soetji R, SpBM. This lesson was not team teaching like other lessons would. I love this lesson because this lesson has one ultimate goal: TO LEARN ABOUT OURSELVES (to omoimasu). Tee hee… Anatomy lesson takes important role here so don’t messed up with anatomy lesson! Dakara, so that, from now, I’m intended to post about the topic in this blog. There will be seven posts and each post will be the continuation from before. Though, the posts will be arranged systematically. The topics that are going to be posted are Introduction about Local Anaesthesia, Pain and Pain Control, The Pharmacology of Local Anaesthesia, The Pharmacology of Vasoconstrictor, Trigeminal Nerve and Their Branches (refers to Anatomy), Technique of Maxillary Nerve and Mandible Nerve Anaesthesia, The Complication of Local Anaesthesia.