Monday, 20 June 2011

Early Childhood Caries (ECC): In Depth


Okay, this might be my first posting about pediatric topic . Actually this article was about nursing, but I found that in my country, Indonesia, this role is mandatory for dentist to. So whenever there is "dokter gigi" translation there, in the original post, it supposed to be written nurse. Oh, well, let's read it thoroughly.



Early childhood caries (ECC) adalah kondisi penyakit kronis yang umum dijumpai pada masa kanak-kanak dan melibatkan satu atau lebih lesi karies, hilang (karena karies), atau gigi yang ditambal pada anak di bawah usia 72 bulan (American Academy of Pediatric Dentistry, 2010a). ECC adalah penyakit multi-faktor yang dapat dicegah dan memerlukan intervensi. Ketika gigi menunjukkan tanda diskolorisasi dan rusak karena karies, anak-anak mungkin enggan tersenyum, kesulitan bicara, bolos sekolah, atau tidak mampu fokus pada pelajaran karena sakit gigi. Artikel ini mengupas faktor-faktor risiko ECC,menilai strategi pencegahan dan menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan perawatan. Pencarian terkomputerisasi bersumber dari MEDLINE, CINAHL dan Cochrane Library.
Early Childhood Caries

Penentuan Faktor-Faktor Risiko dan Menilai Strategi Pencegahan untuk Intervensi Perawatan.

Jo-Ann Marrs, EdD, APRN-BC; Sharon Trumbley, MSN, WHNP; Gaurav Malik
Authors and Disclosures

Posted: 04/15/2011; Pediatr Nurs. 2011;37(1):9-15. © 2011 Jannetti Publications, Inc.

Intisari dan Pendahuluan

Pendahuluan

Realitas harian anak-anak dengan penyakit gigi dan mulut yang tidak terawat antara lain nyeri persisten, ketidakmampuan mengunyah dengan nyaman atau mengunyah dengan baik, rasa malu karena gigi berubah warna dan rusak dan gangguan terhadap proses bermain dan belajar. (U.S. Department of Health and Human Services [DHHS] Office of disease Prevention and Health Promotion, 2001, p. 108).

Karies dentis adalah penyakit communicable paling umum pada masa kanak-kanak, 41% anak-anak di Amerika Serikat terkena (American Academy of Pediatrics [AAP], 2009; Centers of Disease Control and Prevention [CDC], 2005a). Dalam Oral Health in America: A Report of the Surgeon General (DHHS, 2001), Bagian bedah umum menemukan bahwa penyakit mulut bersifat progresif dan kumulatif, dan mereka menjadi lebih kompleks bersamaan dengan bergulirnya waktu. Mereka dapat mempengaruhi kemampuan makan, pilihan makanan, penampilan dan berbicara kita. Jika kerusakan yang terjadi sukup berat, balita dapat kehilangan gigi geligi depan mereka, mengakibatkan penundaan perkembangan bicara, penundaan pertumbuhan fisik dan trauma psikologis (American Academy of Pediatric Dentistry [AAPD], 2010a, 2010b; U.S. DHHS, 2001; National Maternal and Child Oral Health Resource Center, 2004; von Burg, Sanders, & Weddell, 1995). Konsekuensi umum karies dentis yang tidak dirawat adalah nyeri; namun demikian dalam jangka panjang, kesehatan mulut diyakini merupakan cermin kesehatan umum dan kesejahteraan, dan kemungkinan berhubungan dengan beberapa penyakit kronis, termasuk kehilangan produktivitas di sekolah dan rumah.

Bentuk virulen khusus karies adalah early childhood caries (ECC), menyerang bayi dan balita usia 12 – 18 bulan. Namun, jika langkah tepat diaplikasikan sejak dini (awal dan selama kehamilan dan saat bayi), kondisi yang menyakitkan ini dapat dicegah (Douglass, Douglass, & Silk, 2004; Finn & Wolpin, 2005). Pemeriksaan gigi yang pertama sekarang direkomendasikan diantara usia 6 bulan hingga satu tahun (AAPD, 2010c), tetapi hal ini kadang menjadi tidak ralistis, terutama diantara para ekonomi kelas bawah dan tidak punya asurasnsi. Dengan demikian, ada kebutuhan yang besar untuk usaha-usaha preventif oleh dokter gigi dan penyedia pelayanan kesehatan lainnya yang merawat bayi dan anak-anak.

Ikhtisar Karies Dental
Karies dentis adalah penyakit infeksi yang disebabkan adanya interaksi bakteri-bakteri, terutama Streptococcus mutans (S.mutans), dan makanan yang mengandung gula pada email gigi. S. mutans dipercaya tersebar dari ibu ke anaknya melalui saliva selama masa bayi dan dapat tertanam bahkan pada bayi yan gbelum mempunyai gigi. Bakeri ini memecah gula untuk energi, menyebabkan lingkungan asam di dalam rongga mulut dan mengakibatkan demineralisasi email gigi dan karies dentis (Douglass et al., 2004).
ECC terutama sekali secara umum ditemukan pada kelompok sosial ekonomi bawah dengan tingkat edukasi ibu yang juga rendah (tidak sekolah tinggi atau sertifikat GED – General Education Development). ECC juga dihubungkan dengan ibu yang hamil yang mempunyai gigi karies, penyakit periodontal, level S.mutans tinggi, dan konsumsi gula yang tinggi (National Institutes of Health Consensus Development Program, 2001; Peres, Peres, Traebert, Zabot, & de Lacerda, 2005; Silk, Douglass, Douglass, & Silk, 2008; Smith, Badner, Morse, & Freeman, 2002; Wan & Seow, 2001; Zanata, Gasparetto, & Conrado, 2003).
S. mutans tersebar dari ibu pada bayinya selama periode terpisah inefektivitas. Periode ini dipercata terjadi selama gigi erupsi, dari usia 7 atau 8 bulan hingga 36 bulan, dengan usia rata-rata 36 bulan (Caulfield, Cutter, & Dasanayake, 1993; Li & Caulfield, 1995). Beberapa peneliti menemukan bakteri bahkan ada sebelum saat ini pada 50% bayi usia 6 bulan (Wan et al., 2003), dan pada bayi yang berusia 3 bulan (Wan et al., 2003). Telah diyakini bahwa makin dini seorang bayi atau anak terpapar dengan S. mutans, maka akan makin mudah terserang karies dentis (Kohler, Andreen, & Jonsson, 1988).
Peran Ibu sebagai Faktor Risiko ECC
Kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan berarti termasuk kebiasaan makan makanan sehat dan dapat menurunkan kemungkinan anak-anak terserang karies dentis. Meski demikian, para ahli menyatakan bahwa seperempat wanita usia produktif di Amerika Serikat mempunyai karies dentis (Silk et al., 2008), dengan lebih dari 40% wanita hamil yang mempunyai infekso periodontal (Boggess, 2008).
Kemungkinan penurunan karies dentis pada bayi seorang perempuan yang hamil, dimana ia sendiri memilik karies dentis yang tinggi dan kadar S. mutans yang tinggi, ada pada beberapa penelitian. Tiga kelompok peneliti internasional meneliti ibu-ibu hamil dan ibu dengan bayi dengan berbagai jenis chlorhexidine dan preparat flouride untuk menurunkan kadar S. mutans levels, dan kemudian akan menurunkan kolonisasinya dan insidensi karies pada anak-anak mereka (Brambilla et al., 1998; Kohler & Andreen, 1994; Tenovuo, Hakkinen, Paunio, & Emilson, 1992). Ibu dan anak dites kadar bakter setelah intercensi dan hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar S. mutans lebih rendah daripada kelompok kontrol. Anak-anak dari ibu-ibu ini juga dites dan ditemukan hasil mereka mempunyai karies yang lebih sedkit dibandingkan kelompok kontrol.
Beberapa peneliti telah mempelajari intervensi pada ibu bermula selama kehamilan dan berlanjut pada ibu-anak selama awal-awal kehidupan bayi dan pengalaman karies pada anak mereka. Kelompok studi di Jerman, Chili dan Brazil mengevaluasi kesehatan gigi dan mulut, memberi profilaksis dan merawat masalah gigi pada lebih dari 400 wanita hamil. Flouride topikal diberikan sebagai varnish ataupun pasta gigi dan pada kedua penelitian, obat kumur dengan komponen antimikroba direkomendasikan. Wanita hamil diedukasi mengenai penyebab karies dentis, kebersihan mulut yang baik untuk diri mereka dan anak mereka, dan diet yang baik. Langkah-langkah di atas dilanjutkan selama evaluasi anak-anak hingga usia mereka 2 – 4 tahun. Pada penelitian Chili dan Jerman, edukasi selama masa kanak-kanan juga merupakan langkah yang direkomendasikan untuk menghindari transfer saliva dari ibu ke bayi, seperti tidak mencium bayi di bagian mulut, tidak membersihkan dot susu dengan cara meletakkannya di mulut ibu lalu kemudian memberikannya pada bayi, tidak mencicip makanan bayi atau menggunakan sendok yang sama untuk ibu dan bayinya, dan tidak minum dari gelas yang sama. Semua tiga penelitian tersebut, anak-anak kelompok perlakuan menunjukkan karies dentis yang lebih sedikit secara signifikan daripada kelompok kontrol (Gomez & Weber, 2001; Gunay, Dmoch-Bockhorn, Gunay, & Guertsen, 1998; Zanata et al., 2003).
Beberapa ahli merekomendasikan penurunan kontak saliva antara ibu dengan anaknya, sebagai metode menurunkan transmisi S. mutans dan kemudian menurunkan kadar S. mutans pada anak-anak dan karies (Gomez & Weber, 2001; Gunay et al., 1998; Twetman, Garcia-Godoy, & Goepferd, 2000). Meskipun demikian, kesimpulan yang ada untuk topik ini adalah bahwa anak-anak dengan peningkatan kontak saliva memiliki kadar S. mutans yang justru lebih rendah daripada mereka yang kontak salivanya lebih rendah. Peneliti menyatakan bahwa hal ini kemungkinan karena adanya mekanisme imun protektif (Aaltonen & Tenovuo, 1994). Penelitian Finlandia ini terbatas pada fakta bahwa dari 404 ibu yang diwawancarai, hanya 55 dengan hasil ekstrim dipilih untuk analisis akhir sehingga hasilnya tidak benar.
Penggunaan xylitol sebagai pengganti gula ditemukan pada produk permen karet, telah diteliti selama lebih dari 25 tahun pada wanita hamil dan ibu yang baru melahirkan, dan menunjukkan penurunan kadar S. mutans mereka. Anak-anak usia hingga 2 tahun yang ibunya secara teratur mengunyah permen karet xylitol mempunyai karies dentis lebih rendah daripada kelompok kontrol, kemungkinan karena penurunan transmisi S. mutans dari ibu ke anaknya (Lynch & Milgrom, 2005; Silk et al., 2008, Soderling & Isokangas, 2000).
Kesimpulannya, langkah-langkah yang berguna selama periode kehamilan dan post-partum terjadi untuk menurunkan karies, terutama dengan cara menurunkan populasi S.mutans ibu. Ini melibatkan kebersihan gigi dan mulut yang biak, termasuk penggunaan produk berflouride dan atau chlorhexidine dan permen karet yang ber-xylitol dan usaha lainnya yang bertujuan mengurangi kontal saliva antara ibu dan bayinya.
Penilaian Risiko karies Dental pada Anak-anak
Faktor-faktor risiko ECC adalah multifaktorial dan termasuk jarang menggosok gigi, penambalan atau pencabutan gigi, nyeri gigi/ plak, karies ibu, rendahnya tingkat pendidikan dan status sosialekonomi, kelahiran prematur, dan kebutuhan kesehatan tertentu (Douglass et al., 2004; Gibson & Williams, 1999; Harris, Nicoll, Adair, & Pine, 2004; Jamieson, Thomson, & McGee, 2004; Mattila et al., 2005; Perinetti, Caputi, & Varvara, 2005; Smith et al., 2002; Vanobbergen, Declerck, Mwalili, & Martens, 2001; Williams, Whittle, & Blinkhorn, 2004). Konsentrasi flouride rendah juga dihubungkan dengan ECC.
Fluoride
Sejak tahun 1970, Amerika Serikat tampaknya berhasil menurunkan karies dentis karena adanya flouridasi air; meski demikian 100 juta populasi di Amerika Serikat masih kekurangan flouridasi air dan hanya 58% yang menerima tingkat optimal melalui sistem air komunitas (DHHS, 2001). Flouridasi air berlanjut menjadi metode yang paling cost-efisien dan cost-efektif pencegahan karies komunitas (Hallett & O'Rourke, 2002; Touger-Decker, 2001; Twetman et al., 2000).
Ketika memberi petunjuk antisipasi untuk orang tua, jumlah flouride di air menjadi pertimbangan penting. Jika kadar flouride lokal tidak diketahui, CDC menyediakan informasi pada tingkat negara bagian (CDC, 2008). Kadar flouride optimal pada air minum adalah 0.7 – 1 .2 ppm. Jika kadar flouride lebih tinggi daripada 2 ppm, anak-anak perlu disuplai air dari sumber lain. American Dental Association (ADA) (2008) memberikan petunjuk untuk orang tua sebagai berikut:

• Menggunakan susu formula siap-makan pada usia 12 bulan pertama.
• Menggunakan air bebas-flouride (purifikasi, demineralisasi, deionisasi, penyulingan atau reverse osmosis) untuk dicampur dengan konsentrat likuid/ susu formula bubuk.
• Ingat bahwa sterilisasi tidak akan menghilangkan flouride.
• Menggunakan suplemen flouride harian.
Pda tahun 1980-an, flouride ditambahkan pada pasta gigi komersial dan menjadi metode paling umum untuk mengontrol karies dental. Diantara tahun 1940 dan akhir 1970-an, lebih dari 100 percobaan klinis dijalankan untuk mengetahui efektivitas flouride untuk mengurangi karies dentis. Varnish berfloride (Marinho, Higgins, Logan, & Sheiham, 2001) dan penggunaan obat kumur berflouride yang diawasi (Marinho, Higgins, Logan, & Sheiham, 2003) telah mendukung penggunaan flouride sebagai agen preventif gigi berlubang.
Meskipun demikian, perhatian meningkat sehubungan dengan flourosis, yang digambarkan dengan defek email disebabkan karena anak-anak menelan sejumlah besar flouride ketika pembentukan gigi (lahir hingga usia 6 tahun). Garis-garis besar ADA (2008) menyatakan bahwa anak-anak usia 2 tahun dan lebih mudah sebaiknya tidak menggunakan pasta gigi berflouride. Anak-anak usia di atas 2 tahun menggunakan pasta gigi berflouride seuukuran biji kacang (0.4 mgm-.6 mgm fluoride, yang setara dengan rekomendasi harian untuk anak-anak di bawah 2 tahun). Anak-anak yang juga menelan pasta gigi dapat keracunan. Flossing sebaiknya dimulai ketika dua gigi bersentuhan satu sama lain (AAP, 2009). Karena anak-anak usia 6 tahun belum mempunyai reflek menelan, maka tidak dianjurkan memakai obat kumur berflouride. Tanpa flouridasi, gula menjadi faktor risiko yang lebih potensial.
Gula
Gula yang terkandung dalam karbohidrat terfermentasi, seperti susu, jus, dan pati semua terhidrolisis oleh enzim amilase saliva. Proses ini memacu produk akhir asam yang dihasilkan bakeri yang berikutnya memicu demineralisasi gigi (Barber & Wilkins, 2002; Touger-Decker & van Loveren, 2003) dan meningkatkan risiko karies pada gigi yang rentan (AAPD, 2010a). Bawa (2005) dan Sanders (2004) menemukan adanya hubungan positif antara asupan gula dengan insidensi karies dentis ketika flouridasi minimal dan kebersihan mulut jelek. Etiologi karies dentis berhubungan dengan durasi paparan gula pada gigi; diketahui bahwa asam yang dihasilkan bakteri bertahan sekitar 20 – 40 menit. Luke, Gough, Beeley, dan Geddes (1999) meneliti klirens bilasan glukosa, fruktosa, sukrosa, maltosa, dan sorbitol, termasuk juga cokelat batangan, roti putih dan pisang pada rongga mulut. Sukrosa hilang paling cepat, sedangkan sorbitol dan residu makanan bertahan lebih lama dalam rongga mulut. Faktor lainnya termasuk kemampuan retensi makanan dan keberadaan faktor protektif makanan (kalsium, fosfat dan flouride).
Orang tua yang meletakkan bayinya dengan botol susu sembari tidur berkontribusi terhadap pembentukan karies pada bayi mereka karena hampir tidak ada aliran saliva ketika tidur (AAPD, 2009; Hallett & O'Rourke, 2002; Lin & Tsai, 1999; Twetman et al., 2000). Bowen (1992) menemukan bahwa tersangka paling buruk adalah botol yang mengandung sukrosa (air gula), dan yang paling tidak kariogenik adalah botol yang berisi susu sapi. Anak-anak yang diberi minum susu botol lebih dari 12 bulan dan bayi-bayi yang menyusu ASI sesuai permintaan dan saat malam hari juga lebih rentan terhadap ECC (AAPD, 2009). Makanan bukan satu-satunya sumber gula.
Obat-obatan dan Karies Dental
Obat-obatan secara umum mengandung gula supaya lebih ramah pada anak-anak, tetapi keberadaan gula ini menjadi perhatian para ahli tentang adanya karies dentis (Bigeard, 2000; Perlman, 2005). Sebagai contoh, di Uganda, tingkat tertinggi karies ditemukan pada anak dengan konsumsi sirup obat batuk terlama (Kiwanuka, Astrom, & Trovik, 2004). Dokter gigi perlu menyarankan orang tua untuk memilih obat yang bebas gula>
Xylitol
Xylitol, substansi alami yang ditemukan di buah, sayur mayur dan tanaman, dan diproduksi dalam tubuh oleh metabolisme normal, mempunyai karakteristik menyejukkan dan dingin yang dapat dimanfaatkan oleh pasien dengan keluhan mulut kering. Sebagai agen antiplak, pasta gigi dan gel, Xylitol telah digunakan sejak tahun 1960 pada produk seperti permen karet, sirup, dan obat kumur. Kategori FDA untuk Xylitol adalah “Secara Umum Aman” (Life Sciences Research Office, 1986). Xylitol mengurangi gigi berlubang pada dosis rendah 15 gram atau lebih kecil (permen karet dan mint mengandung sekitar 1 gram) jika digunakan setidaknya 5 – 20 menit, 3 – 5 kali per hari (Xylitol.org, 2010).
Penilaian ECC
Instrumen penilaian risiko, seperti AAPD Caries-Risk Assessment Tool (CAT) dapat membantu menentukan penyebab yang reliabel dan mengizinkan pemberi pelayanan kesehatan mengambil peran aktif dalam mengidentifikasi dan merujuk anak-anak dengan risiko tinggi (AAPD, 2002). Bermula dari usia satu tahun, visite ke dokter gigi sebaiknya sudah dimulai pada anak-anak (Hashim Nainar & Straffon, 2003). Douglass, Tinanoff, Tang, dan Altman (2001) menyatakan bahwa karies fisur gigi molar mulai nampak pada usia 13 – 15 bulan.
Dokter gigi yang menggunakan CAT dapat memperoleh gambaran gigi geligi dan mulut anak-anak, mempunyai akses untuk mendapatkan riwayat yang reliabel, reliable historian, lazim dengan catatan kaki, mengeri sistem klasifikasi risiko dan mengaplikasikan instrumen ini secara periodik. Hal yang penting dalam menggunakan instrumen ini dengan baik agar pencegahan karies dentis dapat tercapai.
Program Pendidikan
Program pendidikan digunakan untuk menurunkan jumlah karies dentis pada anak-anak, terutama pada kelompok yang kurang mampu dan tak terjangkau (Gallagher & Rowe, 2001; Gomes, Fonseca, & Rodriques, 2001) karena kelompok ini justru mempunyai risiko dua kali lebih besar terkena karies. Anak-anak Meksiko-Amerika disinyalir sebagai kelompok yang mempunyai tingkat ECC tertinggi (CDC, 2005b).
Christensen, Peterson, dan Bhambal (2003), dan Sheahan (2000) merekomendasikan pendekatan terbaik untuk promosi kesehatan adalah mengembangkan pendekatan populasi versus individual, pendekatan multidisipliner, dan kampanye yang didukung pemerintah. Salah satu contoh adalah kampanye kesehatan publik yang membidik kebutuhan kesehatan gigi dan mulut anak-anak, Breakersfor Bottles (Andrew, 2004). Keluarga juga didukung untuk membawa botol susu dan menukarkannya dengan yang baru untuk mengurangi bakterial-load pada botol yang mungkin disebabkan kurangnya sikap akan kebersihan (Andrew, 2004). Kampanye kesehatan yang mirip. HealthySmiles, adalah kampanye multidislipiner, program botol susu bayi, pencegahan gigi berlubang yang sangat sukses (King, 1998). Healthy Smiles, Healthy Children adalah yayasan AAPD dan memberikan bantuan dana untuk proyek-proyek yang mempromosikan kesehatan gigi dan mulut. Boost Better Breaks, adalah kegiatan interdisipliner yang berbasis sekolah, juga mempromosikan konsumsi buah dan susu saat istirahat sekolah. Pada semua contoh yang telah diberikan, hasilnya positif (Freeman, Oliver, Bunting, Kirk, & Saunderson, 2001).
Penilaian kebutuhan juga menjadi perintis penting untuk program pendidikan. Survei cross-sectional dilakukan untuk menentukan kebutuhan (Szoitko, 2004; Wierzbicka, Peterson, Szatko, Dybizbanska, & Kalo, 2002), identifikasi slogan (Koelen, Hiekema-de Meij, & van der Sanden-Stoelinga, 2000), dan evaluasi efektivitas (Kallista, 2005) semua telah digunakan untuk meningkatkan efektivitas program pendidikan.
Program promosi kesehatan untuk stimulasi menyikat gigi menjadi program pendidikan yang paling sukses (Curnow et al., 2002; de Almeida, Petersen, André, & Toscano, 2003; Jackson et al., 2005). Populasi (1450 – 1545 anak-anak) yang diteliti pada survei cross-sectional surveys, clinical trials, dan eksperimen penelitian menyikat gigi menunjukkan bahwa menyikat gigi dan flossing dua kali sehari dapat membuat gigi lebih awet di rongga mulut (Curnow et al., 2002).
Implikasi Perawatan Gigi (Dokter Gigi, Perawat Gigi dan Penyedia Perawatan Lainnya)
Perawatan gigi anak kadang menjadi orang pertama yang bertemu dengan orang tua anak dan anak itu sendiri ketika mereka memasuki lingkungan pelayanan kesehatan. Dokter gigi gigi mempunyai beberapa peran dalam pencegahan ECC. Sebagai edukator, dokter gigi dapat menyadarkan anak-anak dan orang tua tentang agen penyebab karies dentis, menyakinkan mereka mengerti bahwa karies dentis adalah penyakit communicable (von Burg et al., 1995).
Dokter gigi sebaiknya memeriksa gigi geligi anak-anak saat usia meraka 6 bulan sehingga bisa dirujuk untuk perawatan yang dianjurkan. Kelompok risiko-tinggi (anak- anak Hispanic dan African-American) sebaiknya diberikan perhatian khusus (DHHS Office of Disease Prevention and Health Promotion, 2001). Karies bermula sebagai bercak putih pada permukaan gigi dekat dengan gingiva, kemudian selanjutnya menjadi kuning dan berubah menjadi coklat dan terakhir menjadi hitam. Karies mempengaruhi gigi geligi ketika erupsi, gigi molar yang terakhir terpengaruh (AAPD, 2010a; Barber & Wilkins, 2002; Twetman et al., 2000).
Sebagai tambahan, dokter gigi sebaiknya memeriksa plak, erupsi dan eksfoliasi gigi, maloklusi gigi dan susunan gigi geligi. Ketika melakukan penilaian risiko kesehatan gigi dan mulut, dokter gigi sebaiknya juga memeriksa ibu anak, paparan anak terhadap flouride dan memberikan edukasi mengenai kebersihan mulut dan diet (AAP, 2009).
Dokter gigi juga mempunyai peran sebagai manager kasus membantu keluarga untuk memasuki sistem untuk mencapai pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Hanya sekitar 20% anak-anak memenuhi syarat untuk asuransi dental Medicaid menerima pelayanan dental preventif, dan hanya 9% terkover asuransi dental publik (DHHS, 2001). Di tingkat nasional, dokter gigi juga mempunyai peran sebagai advokator terlibat dalam sistem politik untuk menyokong program yayasan untuk membantu keluarga dalam rangka pencegahan dan perawatan karies dental. Peran ini berkelanjutan dan diperlukan.
Kesimpulan
Berdasarkan ulasan di atas, langkah-langkah efektif untuk anak-anak yang rentan terhadap karies dentis antara lain:
• Pasta gigi berflouride dan air terfloridasi (Hallett & O'Rourke, 2002).
• Penyikatan gigi yang diawasi (Curnow et.al., 2002).
• Program pendidikan (Szoitko, 2004).
• Akses ke penyedia layanan kesehatan primer (AAPD, 2010c).
• Pencegahan transmisi S.mutans dari pemberi perawatan kepada bayi (Silk et al., 2008).
Tinjauan literatur terkait ECC mengidentifikasi beberapa faktor risiko, strategi pencegahan dan intervensi perawatan diperlukan untuk membantu anak-anak dan keluarga mereka untuk tetap bebas-karies. Meski demikian, beberapa penelitian tetap dijalankan untuk mengidentifikasi penyebab tambahan karies, termasuk menetapkan aplikasi klinis (termasuk jadwal periodik custom, agen preventif dan strategi perawatan) dan percobaan klinis untuk varnish fluride sebagai tindakan preventif. Pelayanan kesehatan gigi adalah posisi yang paling baik untuk membantu penelitian dan penetapan praktik terbaik akan membuat perubahan hidup sumber kita yang paling berharga, ANAK-ANAK.

Referensi
• Aaltonen, A., & Tenovuo, J. (1994). Association between mother-infant salivary contacts and caries resistance in children: A cohort study. Pediatric Dentistry, 16(2), 110–116.
• American Academy of Pediatrics (AAP). (2009). Oral health risk assessment timing and establishment of the dental home. Retrieved January 9, 2010, from http://aappolicy.aapublications.org/cgi/reprint/pediatrics;111/5/1113.pdf
• Amerian Academy of Pediatric Dentistry (AAPD). (2002). AAPD caries-risk assessment tool (CAT). Retrieved January 13, 2011, from www.aapd.org/pdf/policycariesrisk assessment.pdf
• American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD). (2009). Clinical guidelines on infant oral health care. Retrieved January 3, 2010, from http://www.aapd.org/media/Policies_Guidelines/G_InfantOralHealthCare.pdf
• American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD). (2010a). Early childhood caries (ECC): Classifications, consequences, and preventative strategies. Retrieved January 3, 2010, from http://www.aapd.org/media/Policies_Guidelines/P_ECCClassifications.pdf
• American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD). (2010b). Early childhood caries (ECC): Unique challenges and treatment options. Retrieved January 3, 2010, from http://www.aapd.org/media/Policies_Guidelines/P_ECCUniqueChallenges.pdf
• American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD). (2010c). Policy on the dental home. Retrieved January 3, 2010, from http://www.aapd.org/media/Policies_Guidelines/P_DentalHome.pdf
• American Dental Association (ADA). (2008). Fluoridation facts. Retrieved September 1, 2008, from http://www.ada.org/sections/newsAndEvents/pdfs/fluoridation_facts.Pdf
• Andrew, L. (2004). Beakers for bottles: A health visitor oral health campaign. Community Practice, 77(1), 18–22.
• Barber, L., & Wilkins, E. (2002). Evidence-based prevention, management, and monitoring of dental caries. The Journal of Dental Hygiene, 76, 270–275.
• Bawa, S. (2005). The role of consumption of beverages in the obesity epidemic. The Journal of the Royal Society for the Promotion of Health, 125(3), 124–128.
• Bigeard, L. (2000). The role of medication and sugars in pediatric dental patients. Dental Clinics of North America, 44(3), 443–456.
• Boggess, K.A. (2008). Maternal oral health in pregnancy. Obstetrics and Gynecology, 111, 976–986.
• Bowen, W. (1992). Wither or whither caries research? Caries Research, 33, 1–3.
• Brambilla, E., Felloni, A., Gagliani, M., Malerba, A., Garcia-Godoy, F., & Strohmegger, L. (1998). Caries prevention during pregnancy: Results of a 30-month study. Journal of American Dental Association, 129, 871–877.
• Caulfield, P.W., Cutter, G.R., & Dasanayake, A.P. (1993). Initial acquisition of mutans streptococcus by infants: Evidence for a discrete window of infectivity. Journal of Dental Research, 72(1), 37–45.
• Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2005a). Chronic disease and health promotion. Retrieved from http://www.cdc.gov/chronicdisease/overview/index.htm
• Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2005b). Surveillance for dental caries, dental sealants, tooth retention, edentulism, and enamel flourosis – United States, 1988–1994 and 1999–2002. MMWR, 54(0- 3), 1–44.
• Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2008). My water's fluoride. Retrieved from http://apps.nccd.cdc.gov/MWF/Index.asp
• Christensen, L., Peterson, P., & Bhambal, A. (2003). Oral health and oral health behavior among 11–13 year olds in Bhopal, India. Community Dental Health, 20(3), 153–158.
• Curnow, M., Pine, C., Burnside, G., Nicholson, J., Chesters, R., & Huntington, E. (2002). A randomized controlled trial of the efficacy of supervised toothbrushes in highcaries risk children. Caries Research, 36(4), 294–300.
• de Almeida, C.M., Petersen, P.E., André, S.J., & Toscano, A. (2003). Changing oral health status of 6- and 12-year-old schoolchildren in Portugal. Community Dental Health, 20(4), 211–216.
• Douglass, J.M., Douglass, A.B., & Silk, H.J. (2004). A practical guide to infant oral health. American Family Physician, 70(11), 2113–2122.
• Douglass, J.M., Tinanoff, N., Tang, J., & Altman, D. (2001). Dental caries patterns and oral health behaviors in Arizona infants and toddlers. Community Dentistry and Oral Epidemiology, 29(1), 14–22.
• Finn, E., & Wolpin, S. (2005). Dental disease in infants and toddlers: A transdisciplinary health concern and approach. Zero to Three, 25, 28–33.
• Fluoride Action Network. (2008). Fluoride toxicity. Retrieved September 1, 2008, from http://www.fluoridealert.org/health/accidents/acute.html
• Freeman, J., Oliver, M., Bunting, G., Kirk, J., & Saunderson, W. (2001). Addressing children's oral health inequalities in Northern Ireland: A research, practice-community partnership initiative. Public Health Reports, 116(6), 617–625.
• Gallagher, J., & Rowe, J. (2001). Community nurses' contribution to oral health. British Journal of Community Nursing, 6(10), 526, 528–534.
• Gibson, S., & Williams, S. (1999). Dental caries in pre-school children: Associations with social class, tooth brushing habit and consumption of sugars and sugar-containing foods. Caries Research, 33(2), 101–113.
• Gomes, V., Fonseca, A., & Rodriques, M. (2001). Dental health: A challenge for the health professionals. Review Brasil Enfermagem, 54(1), 43–47.
• Gomez, S., & Weber, A. (2001). Effectiveness of a caries preventive program in pregnant women and new mothers on their offspring. International Journal of Paediatric Dentistry, 11, 117–122.
• Gunay, H., Dmoch-Bockhorn, K., Günay, Y., & Geurtsen, W. (1998). Effect on caries experience of a long-term preventive program for mothers and children starting during pregnancy. Clinical Oral Investigation, 2(3), 137–142.
• Hallett, K., & O'Rourke, P. (2002). Early childhood caries and infant feeding practice. Community Dental Health, 19, 237–242.
• Harris, R., Nicoll, A., Adair, P., & Pine, C. (2004). Risk factors for dental caries in young children: A systematic review of the literature. Community Dental Health, 21(Suppl. 1), 71–85.
• Hashim Nainar, S.M., & Straffon, L.H. (2003). Targeting of the year one dental visit for United States Children. International Journal of Paediatric Dentistry, 13(4), 258–263.
• Jackson, R., Newman, H., Smart, G., Stokes, E., Hogan, J., Brown, C., & Seres, J. (2005). The effects of a supervised toothbrushing programme on the caries increment of primary school children, initially aged 5–6 years. Caries Research, 39(2), 108–115.
• Jamieson, L., Thomson, W., & McGee, R. (2004). An assessment of the validity and reliability of denial self-report items used in a national child nutrition survey. Community Dentistry Oral Epidemiology, 32(4), 49–54.
• Kallista, C. (2005). The effect of five years' implementation of caries-preventive methods in Swedish high-risk adolescents. Caries Research, 39, 20–26.
• King, K. (1998). Healthy smiles: A multidisciplinary baby bottle tooth decay prevention program. Journal of Health Education, 29(1), 4–10.
• Kiwanuka, L., Astrom, A., & Trovik, T. (2004). Dental caries experience and its relationship to social and behavioral factors among 3–5 year old children in Uganda. International Journal Paediatric Dentistry, 14(5), 336–346.
• Koelen, M., Hiekema-de Meij, J., & van der Sanden-Stoelinga, M. (2000). "Bottle it up – take a cup!" The fight against nursing caries in The Netherlands: The campaign and its results. International Journal of Health Promotion and Education, 38(2), 47–55.
• Kohler, B., & Andreen, I. (1994). Influence of caries-preventive measures in mothers on cariogenic bacteria and caries experience in their children. Archives of Oral Biology, 39(10), 907–911.
• Kohler, B., Andreen, I., & Jonsson, B. (1988). The earlier the colonization by mutans streptococcus, the higher the caries prevalence at 4 years of age. Oral Microbiology and Immunology, 3, 14–17.
• Li, Y., & Caulfield, P.W. (1995). The fidelity of initial acquisition of mutans streptococcus by infants from their mothers. Journal of Dental Research, 74(2), 681–685.
• Life Sciences Research Office. (1986). Health aspects of sugar alcohols and lactose. Report prepared for the Center for Food Safety and Applied Nutrition, Food and Drug Administration, Washington, D.C. contract no. FDA 223–83-2020. Bethesda, MD: LSRO, Federation of American Societies for Experimental Biology.
• Lin, Y., & Tsai, C. (1999). Caries prevalence and bottle feeding practices in 2-year-old children with cleft lip, cleft palate, or both in Taiwan. Cleft Palate Craniofacial, 36(6), 522–526.
• Luke, G., Gough, H., Beeley, J., & Geddes, D. (1999). Human salivary sugar clearance after sugar rinses and intake of foodstuffs. Caries Research, 33(2), 123–129.
• Lynch, H., & Milgrom, P. (2005). Xylitol and dental caries: An overview for clinicians. Journal of the California Dental Association. Retrieved from http://www.cdafoundation.org/library/docs/jour0303/March_B_2003_CDA_127DD5.pdf
• Marinho, V., Higgins, J., Logan, S., & Sheiham, A. (2001). Fluoride varnish for preventing dental caries in children and adolescents. Cochrane Database of Systematic Reviews, 3, CD002279.
• Marinho, V., Higgins, J., Logan, S., & Sheiham, A. (2003). Fluoride mouthrinses for preventing dental caries in children and adolescents. Cochrane Database of Systematic Reviews, 3, CD002284.
• Mattila, M., Rautava, P., Aromaa, M., Ojanlatva, A., Paunio, P., Hyssälä, L., … & Sillanpää, M. (2005). Behavioral and demographic factors during early childhood and poor dental health at 10 year of age. Caries Research, 39(2), 85–91.
• National Institutes of Health (NIH) Consensus Development Program. (2001). Diagnosis and management of dental caries throughout life. Retrieved from http://consensus.nih.gov/2001/2001DentalCaries115html.htm
• National Maternal and Child Oral Health Resource Center. (2004). Promoting awareness, preventing pain: Facts on early childhood caries (ECC). Retrieved August 1, 2007, from http://www.mchoralhealth.org/PDFs/ECCFactSheet.pdf
• Peres, M., Peres, K., Traebert, J., Zabot, N., & de Lacerda, J. (2005). Prevalence and severity of dental caries are associated with the worst socioeconomic conditions: A Brazilian cross-sectional study among 18-year-old males. Journal of Adolescent Health, 37, 103–109.
• Perinetti, G., Caputi, S., & Varvara, G. (2005). Risk/prevention indicators for the prevalence of dental caries in schoolchildren: Results from the Italian OHSAR Survey. Caries Research, 39(1), 9–19.
• Perlman, L. (2005). Ask the dentist: Sugar in medication cause of tooth decay? Exceptional Parent, 35(5), 64.
• Sanders, I. (2004). Diet and general health: Dietary counseling. Caries Research, 38(Suppl. 1), 3–8.
• Sheahan, S. (2000). Documentation of health risks and health promotion counseling by emergency department nurse practitioners and physicians. Nursing Scholarship, 32, 245–250.
• Silk, H., Douglass, A., Douglass, J., & Silk, L. (2008). Oral health during pregnancy. American Family Physician, 77(8), 1139–1144.
• Smith, R.E., Badner, V., Morse, D., & Freeman, K. (2002). Maternal risk indicators for childhood caries in an inner city population. Community Dentistry and Oral Epidemiology, 30, 176–181.
• Soderling, E., & Isokangas, P. (2000). Influence of maternal Xylitol consumption on acquisition of mutans streptococci by infants. Journal of Dental Research, 79(3), 882–887.
• Szoitko, F. (2004). Oral health of Polish three-year-olds and mother's oral health-related knowledge. Community Dental Health, 21(2), 175–180.
• Tenovuo, J., Hakkinen, P., Paunio, P., & Emilson, C. (1992). Effects of chlorhexidine-flouride gel treatments in mothers on the establishment of mutans streptococcus in primary teeth and the development of dental caries in children. Caries Research, 26, 275–280.
• Touger-Decker, R. (2001). Nutrition and diet health in "exceptional" children: Oral healthcare for people with special needs: Part II. Exceptional Parent, 31(7), 66, 68–69.
• Touger-Decker, R., & van Loveren, C. (2003). Sugars and dental caries. American Journal of Clinical Nutrition, 78(4), 881S-92S.
• Twetman, S., Garcia-Godoy, F., & Goepferd, S. (2000). Infant oral health. Dental Clinics of North America, 44(3), 487–505.
• U.S. Department of Health and Human Services (DHHS). (2001). Oral health in America: A report of the Surgeon General. Rockville, MD: U.S. Department of Health and Human Services, National Institute of Dental and Craniofacial Research, National Institutes of Health.
• U.S. Department of Health and Human Services (DHHS), Office of Disease Prevention and Health Promotion. (2001). Healthy People 2010. Retrieved October 5, 2005, from http://www.health.gov/healthypeople/document/word/volume2/210nat.doc
• Vanobbergen, J., Declerck, D., Mwalili, S., & Martens, L. (2001). Assessing risk indicators for dental caries in the primary dentition. Community Dentistry and Oral Epidemiology, 29(6), 424–434.
• Von Burg, M., Sanders, B., & Weddell, J. (1995). Baby bottle tooth decay: A concern for all mothers. Pediatric Nursing, 21, 515–519.
• Wan, A., & Seow, W. (2001). Oral colonization of S. mutans in six-month-old predentate infants. Journal of Dental Research, 80, 2060–2065.
• Wan, A., Seow, W., Purdie, D., Bird, P., Walsh, L., & Tudehope, D. (2003). A longitudinal study of Streptococcus mutans colonization in infants after tooth eruption. Journal of Dental Research, 82(7), 504–508.
• Wierzbicka, M., Peterson, P., Szatko, F., Dybizbanska, E., & Kalo, I. (2002). Changing oral health status and oral health behavior of schoolchildren in Poland. Community Dental Health, 19(4), 243–250.
• Williams, N., Whittle, J., & Blinkhorn, A. (2004). A study to test the feasibility of distributing toothpaste and toothbrushes at school. International Journal of Health Promotion Education, 42, 10–13.
• Xylitol.org. (2010). Xylitol home page. Retrieved January 3, 2011, from http://www.xylitol.org/
• Zanata, R.L., Gasparetto, A., & Conrado, C. (2003). Effect of caries preventive measures directed to expectant mothers on caries experience in their children. Brazilian Dental Journal, 14(2), 75–81.
• Lussi, A., & Francescut, P. (2003). Performance of conventional and new methods for the detection of occlusal caries in deciduous teeth. Caries Research, 37, 2–7.
• North American Nursing Diagnosis Association. (2008). Nursing diagnosis: Frequently asked questions. Retrieved from http://www.nanda.org/NursingDiagnosisFAQ.aspx

Original Article: www.medscape.com
Credit picture: dentalcompare.com

No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!