Sunday, 26 June 2011

Hindari Infeksi Pasca Tindik Telinga!


I thought that my jaw was hanging for several second reading the tittle of the newsletter sending to me from Medscape. Yeah, about ear piercing under pediatric issues. I was thinking about some punk rock band or tattooing activity but then relieved that it was actually about ear piercing for our children. You know, one hole for an ear, I think it's fine. I already had my ears pierced too. Once is enough.


Cara terbaik menghindari infeksi setelah tindik telinga?

Telinga dapat ditindik untuk alasan kosmetik pada semua usia, dan sekitar usia pertengahan masa kanak-kanak, beberapa dari mereka akan meminta telinga mereka ditindik. Jika tindik dilakukan dengan hati-hati dan teliti, risikonya relatif kecil, tidak peduli berapapun usia anak-anak tersebut. Meskipun demikian, sebagai pedoman umum, tundalah tindik hingga anak Anda cukup matang untuk merawat tempat tindikan tersebut.

Untuk prosedur tindik yang sesungguhnya, mintalah dokter, perawat ataupun teknisi berpengalaman untuk melakukannya. Mengusapkan alkohol atau disinfektan lainnya dapat digunakan untuk mengurangi kemungkinan infeksi. Saat prosedur tindik berlangsung, anting bertonggak sepuh emas sebaiknya dimasukkan; malahan, beberapa instrumen tindik dapat digunakan untuk menempatkan tonggak emas pada saat yang sama, sehingga mengurangi probing tambahan yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi. Emas pada tonggak dapat mengurangi risiko reaksi alergi dan inflamasi daerah sekitar tindikan.

Setelah tindik, usapkanlah alkohol ataupun salep antibiotika pada daerah tersebut dua kali sehari selama beebrapa hari; aplikasi ini akan mengurangi kemungkinan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Anting sebaiknya dipakai selama 4 – 6 minggu, tetapi ada baiknya diputar perlahan tiap hari. Jika daerah tindikan menjadi kemerahan atau perih, kemungkinan timbul infeksi dan Anda sebaiknya pergi ke dokter secepatnya.


Last updated: 06/26/2011

Referensi:
1. http://www.healthychildren.org/
2. http://www.medscape.com/

Credit picture:

3 comments:

  1. wow, jadi inget waktu masih muda nih,hehehe. Temanku pernah tindik di telinga, entah mengapa sehabis ditindik, dia langsung pingsan,Apa itu mengenai saraf yang ada di telinga?thx

    ReplyDelete
  2. Wah, Rasyakreebo sudah bukan anak muda ya? Bukannya pada blogger itu semuanya masih muda ya? Lahir batin muda (ehehe).
    Anyway, menjawab pertanyaan ini, saya melakukan riset ke beberapa situs diantaranya http://www.studzeyspiercings.co.uk/possible%20risks.htm, http://www.medscape.com/viewarticle/529442, http://en.allexperts.com/q/First-Aid-995/fainting.htm, dan http://www.healthguidance.org/entry/12051/1/Vagal-Nerve-Fainting.html.

    Saya menyimpulkan, seperti yang dilansir oleh situs tersebut, bahwa pingsan pasca tindik memang kadang terjadi karena adanya respon refleks saraf vagus. Saraf ini adalah saraf pengembara yang berjalan langsung dari batang otak ke bawah menuju bagian depan telinga dan leher, kemudia ke dada dan perut. Pingsan tersebut juga bisa karena respon fisiologis dan psikologis seperti belum makan sebelum ditindik ataupun kecemasan. Semoga membantu penjelasan di atas. ありがとうございます。

    ReplyDelete
  3. Eia, Rasyakreebo, nanti kalau sempat saya mau usung pertanyaanmu jadi satu judul baru postingan. Sementara itu, saya mau riset lagi. Ehehe.

    ReplyDelete

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!