Friday, 24 June 2011

Scardovia wiggsiae adalah Agen Penyebab ECC?

Scardovia wiggsiae is not a new masterpiece of JRR Tolkien. Neither a new indie rock band in my town. Scardovia wiggsiae is a bacteria, specifically found in severe carious lesion in children. This bacteria is considered as a culprit in ECC! What is ECC? Let's find out then. This article was written in English, but I translated it to Indonesian so it will be convenience for you to read (especially who understand Indonesian). The actual article was published at Wednesday, 18 May 2911 12:17 Pada penelitian sebelumnya, peneliti mengidentifikasi Streptococcus mutans sebagai agen penyebab utama Early Childhood Caries (ECC). Sekarang peneliti menyatakan bahwa Scardovia wiggsiae, spesies bakteri baru yang berhubungan dengan gigi, juga merupakan agen utama dalam patogenesis penyakit ini. Artikel yang menjelaskan penelitian ini disorot dalam Journal of Clinical Microbiology. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi agen bakteri yang harusnya dipertimbangkan dalam usaha “mencegah pembentukan lubang”, Menurut pernyataan Anne Tanner, dari Institut Forsyth, Cambridge, MA. ECC merepresentasikan salah satu kondisi infeksi kronis yang paling sering terjadi pada anak-anak di Amerika Serikat. Hampir 25% anak-anak di Amerika Serikat menderita karies. Penelitian tersebut membandingkan antara populasi bakteri yang berasal dari berbagai sampel plak gigi. Sampel-sampel ini didapatkan dari anak-anak yang mempunyai karies dalam. Sampel kemudian dibandingkan dengan plak anak-anak yang tidak mempunyai karies. Peneliti menemukan bakteri penyebab menggunakan RNA ribosom 16S (16S rRNA). Ribosom yang bertanggung jawab menciptakan kode genetik berbagai protein. 12S rRNA ditemukan berbeda diantara bakteri yang teridentifikasi. Telah diketahui bersama bahwa keasaman tinggu mengakibatkan erosi email dan pembentukan karies aktif. Dengan demikian, hanya bakteri toleran asam yang dapat berlanjut hidup pada media asam yang kemudian akan disebabkan karies. Peneliti membuat kultur bakteri pada media asam untuk menentukan spesies yang berkontribusi dalam pembentukan karies. Dr. Tanner berkata, “Kami mendeteksi patogen karies utama pada ECC, S. mutans, pada sebagian ebsar anak-anak dengan karies kronis”. Meski demikian, peneliti juga mengidentifikasi agen bakteri baru, Scardovia wiggisae dalam konsentrasi tinggi pada sampel yang berasal dari anak-anak dengan karies parah. Beberapa sampel ini bahkan tidak mengandung S. mutans, agen kausatif utama karies dentis. Karena bakteri S. wiggisae mampu hidup bahkan dalam media asam tinggi, peneliti menarik kesimpulan bahwa bakteri ini kemungkinan berperan dalam proses karies. Dr. Tanner menyatakan bahwa langkah-langkah untuk memberantas bakteri kariogenik termasuk obat kumur yang mengandung bahan chlorhexidine, povidone iodine dan fluoride. Langkah lain yang dapat dilakukan adalah menggunakan pengganti gua seperti xylitol pada permen karet. Dr. Tanner menyarankan bahwa menghilangkan karbohidrat/ gula dari diet, bakteri kaiogenik akan menjadi kurang asam dan juga tidak mampu bersaing dengan bakteri plak non-kariogenik lainnya. Reference: http://dental.healthimaginghub.com/portals/teledentistry-news-article/2431-scardovia-wiggsiae-identified-as-a-causative-agent-of-eec-in-children-study.html Credit picture: http://orthocorner.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!