Tuesday, 4 October 2011

Aktivitas Fisik Wanita yang Memiliki Risiko Diabetes Tinggi


Wanita sebaiknya melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit tiap minggu untuk membantu mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Wanita yang berisiko tinggi terkena penyakit ini tetap harus aktif secara fisik untuk menurunkan risiko penyakit.

Hanya satu dari empat wanita yang berisiko tinggi menderita diabetes melaporkan melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik tiap minggu, dibandingkan dengan satu dari tiga wanita yang bukan kelompok risiko tinggi.

Melakukan aktivitas fisik secara teratur adalah hal penting bagi kesehatan, termasuk mengatur berat badan dan mengurangi risiko diabetes mellitus tipe 2 dan penyakit jantung. Orang dewasa juga sebaiknya melakukan aktivitas fisik menengah selama 150 menit, termasuk jalan cepat, berkebun ringan atau bersepeda santai.

Perobaan klinis Program Penegahan Diabetes yang digawangi oleh Institut Nasional Kesehatan (National Institutes of Health, NIH) dan didukung oleh CDC, telah mendapatkan kesimpulan bahwa aktivitas fisik menengah setidaknya 150 menit dalam seminggu dan penurunan berat badan sebanyak 5 - 7% dari berat badan semula (10 - 14 pon dari berat total 200 pon) dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 pada 58% individu yang berisiko tinggi terhadap penyakit tersebut.

Siapa yang Mempunyai Risiko Tinggi Terkena Diabetes?

Wanita maupun laki-laki yang berusia 45 tahun ke atas yang kelebihan berat badan ataupun obesitas.

Atau

Wanita maupun laki-laki berusia 18 - 44 tahun yang kelebihan berat badan ataupun mengalami obesitas, dan mempunyai:
  • Orang tua atau saudara kandung yang menderita diabetes tipe 2
  • Tidak mempunyai aktivitas fisik 150 menit per minggu
  • Latar belakang ras/ etnis kelompok risiko tinggi (Amerika Afrika, Hispanik/ Latin, Amerika Indian/ Alaska, Amerika Asia atau Asli Hawaii/ pulau-pulau Pasifik)
  • Riwayat diabetes kehamilan atau bayi dengan berat badan lahir lebih dari 9 pon.
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Riwayat serangan jantung, stroke ataup penyakit arteri perifer
Apakah Wanita Mengambil Langkah Untuk Tetap Sehat?

Para peneliti CDC dan Perwakilan Penelitian Layanan Kesehatan dan Kualitas menguji kualitas layanan kesehatan preventif yang diterima oleh wanita. Laporan 'Wanita Beriko TInggi Diabetes: Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, 2003 - 2006 menyatakan informasi mengenai akses layanan, kesehatan umum dan kesejahteraan dan pelayanan prefentif dan perilaku, termasuk aktivitas fisik.

Diantara penemuannya:
  • Wanita yang mendapatkan pendidikan tinggi (lebih dari SMA) - yang berisiko tinggi mengidap diabetes mellitus tipe 2 secara signifikan tidak mendapat cukup aktivitas fisik daripada wanita yang tidak berisiko tinggi. Hanya sekitar 24,9%  wanita berisiko menghasbiskan setidaknya 150 menit per minggu untuk aktif secara fisik, dibandingkan dengan 33,7% wanita yang tidak berisiko.
  • Baik wanita dengan ekonomi kelas bawah maupun kelas atas dengan risiko diabetes mellitus tipe 2 ternyata tidak mendapatkan aktivitas fisik yang cukup tiap minggunya daripada wanita dengan tingkat ekonomi yang sama pada kelompok tidak berisiko. Pada kelompok ekonomi bawah, tingkat aktivitas fisik adalah 26,0% pada kelompok risiko tinggi, 43,6% ntuk keklompok tidak berisiko. Pada kelompok ekonomi atas, tingkat aktivitas fisik adalah 21,9% untuk kelompok risiko tinggi, 29,9% untuk kelompok tidak berisiko.
  • Peneliti menganalisa data dari Survei Pemeriksaan Nutrisi dan Kesehatan Nasional (National Health and Nutrition Examination Survey; NHANES) pada 4.098 wanita berusia 18 tahun ke atas dalam laporannya.
Referensi:

  1. http://www.cdc.gov/features/dsdiabeteswomen/
  2. Women at High Risk for Diabetes: Access and Quality of Health Care, 2003-2006. AHRQ Publication No. 11-0002, January 2011. Rockville, MD: Agency for Healthcare Research and Quality and Centers for Disease Control and Prevention.

No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!