Saturday, 22 October 2011

Diabetes Mellitus Neonatal Permanen (PNDM)

Source: diabetescare.net

Apa itu diabetes mellitus neonatal permanen?
Diabetes mellitus neonatal permanen adalah tipe diabetes yang pertama kali terlihat pada usia 6 bulan dan terus ada sepanjang hidup. Tipa diabetes ini ditandai dengan adanya kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia) yang disebabkan kurangnya hormon insulin. Insulin mengontrol berapa banyak glukosa (tipe gula) yang melewati darah menuju sel yang diubah menjadi energi.

Individu yang menderita diabetes mellitus neonatal permanen mengalami pertumbuhan yang lambat sebelum lahir (retardasi pertumbuhan intrauterin). Balita yang terkena mengalami hiperglikemia dan hilangnya cairan dalam jumlah besar (dehidrasi) dan tidak mampu menaikkan berat badannya secara normal.

Dalam beberapa kasus, individu yang mengalami diabetes mellitus neonatal permanen akan mengalami masalah neurologis, termasuk pertumbuhan yang tertunda dan kejang berulang (epilepsi). Kombinasi antara pertumbuhan yang tertunda, epilepsi, dan diabetes neonatal disebut sindrom DEND. Sindrom DEND intermediat mempunyai kemiripan kombinasi tetapi dengan pertumbuhan yang tertunda yang lebih ringan dan tanpa disertai epilepsi.

Sejumlah kecil individu yang menderita diabetes mellitus neonatal permanen mempunyai pankreas yang tidak berkembang. Karena pankreas menghasilkan enzim pencernaan termasuk insulin dan hormon lainnya, individu yang terkena akan mengalami masalah pencernaan seperti feses berlemak dan ketidakmampuan menyerap vitamin yang larut dalam lemak.

Seberapa umumkan diabetes mellitus neonatal permanen itu?
Sekitar 1 dari 400.000 balita terdiagnosis diabetes pada awal kehidupannya. Namun demikian, sekitar setengah bayi-bayi ini mengalami kondisi tersebut sementara dan gejalanya hilang dengan sendirinya pada usia 18 minggu. Sisanya menderita diabetes mellitus neonatal permanen.

Gen apakah yang berhubungan dengan diabetes mellitus neonatal permanen?
Diabetes mellitus neonatal permanen dapat disebabkan karena mutasi beberapa gen. Sekitar 30 persen individu penderita diabetes mellitus neonatal permanen mengalami mutasi pada gen KCNJ11. Tambahan 20 persen penderita diabetes mellitus neonatal permanen mengalami mutasi pada gen ABCC8. Gen-gen ini mengandung instruksi untuk membuat subunit saluran Kalium sensitif-ATP (K-ATP). Setiap saluran K-ATP mengandung 8 subunit, empat dihasilkan dari gen KCNJ11 dan empat dari gen ABCC8.

Saluran K-ATP ditemukan menembus membran sel pda sel-sel beta sekresi-insulin pankreas. Saluran-saluran ini membuka dan menutup oleh respon jumlah glukosa di dalam aliran darah. Penutupan saluran terhadap respon peningkatan glukosa memicu pelepasan insulin dari sel-sel beta panjreas menuju aliran darah, yang kemudian membantu mengontrol kadar gula darah.

Mutasi gen KCNJ11 atau ABCC8 yang menyebabkan diabetes mellitus neonatal permanen menyebabkan saluran K-ATP tidak menutup sehingga sekresi insulin berkurang dan kontrol gula darah menjadi terganggu.

Mutasi gen INS, yang mengandung instruksi untuk memproduksi insulin, telah teridentifikasi pada 20% pasien diabetes mellitus neonatal permanen. Insulin dihasilkan dari bentuk prekursor yang disebut proinsulin, yang mengandung rantai tunggal blok pembentuk protein (asam amino). Rantai proinsulin terbelah membentuk pecahan yang disebut rantai A dan B, yang bersatu melalui hubungan yang disebut ikatan disulfida untuk membentuk insulin. Mutasi gen INS dipercaya dapat mengganggu pembelahan rantai insulin atau pengikatan rantai A dan B untuk membentuk insulin, yang menyebabkan gangguan kontrol gula darah.

Diabetes mellitus neonatal permanen dapat pula disebabkan oleh mutasi gen-gen yang lain, beberapa diantaranya belum teridentifikasi.

Bagaimana seseorang bisa mewarisi diabetes mellitus neonatal permanen?
Diabetes mellitus neonatal permanen dapat mempunyai pola pewarisan yang berbeda.
Ketika kondisi ini disebabkan oleh mutasi gen KCNJ11 atau INS, maka diabetes mellitus neonatal permanen mengikuti pola pewarisan dominan autosom, yang berarti satu salinan gen yang berubah pada tiap sel sudah mampu menyebabkan kelainan itu. Pada 90% kasus ini, kondisi berawal dari mutasi baru pada gen dan terjadi pada orang yang tidak mempunyai riwayat kelainan pada keluarga mereka. Pada kasus lainnya, individu yang terkena mewarisi mutasi gen dari salah satu orang tua yang menderita.

Diabetes mellitus neonatal permanen yang disebabkan mutasi gen ABCC8 dapat diturunkan melalui pola pewarisan dominan autosom ataupun resesif autosom. Pada pola pewarisan resesif autossom, kedua salinan gen pada tiap sel mengalami mutasi. Orang tua individu dengan kondisi resesif autosom menymbang satu salinan gen yang bermutasi, sehingga mereka berdua tidak menunjukkan tanda dan gejala kondisi tersebut.

Lebih jarang lagi kondisi yang disebabkan mutasi pada gen-gen lainnya, dan pada kasus ini, pola pewarisannya mengikuti pola resesif autosom.

Referensi:
http://ghr.nlm.nih.gov/condition/permanent-neonatal-diabetes-mellitus

No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!