Friday, 21 October 2011

Kepekaan Lidah Terhadap Lemak VS Kecenderungan Gemuk

Source: ovealiz.wordpress.com
Makanan yang kaya lemak seperti es krim dan salad bermayo menggoda banyak orang, tetapi terdapat bukri baru yang mengindikasikan bahwa beberapa orang sebenarnya bisa “merasakan” lemak yang tersembunyi dalam makanan dan mereka yang tidak bisa melakukannya mempunyai kecenderungan memakan lebih banyak makanan kaya lemak tersebut.

Dalam presentasi penelitian berseri yang dilakukan oleh Institusi Teknologi Makanan pada pertemuan tahunan Juni 2011 ini, peneliti menjelaskan mengenai penelitian lambat laun mendukung ide bahwa lemak dan asam lemak dapat dicicip, meskipun ‘rasa’ tersebut dideteksi sebagian besar melalui indera penciuman dan tekstur. Individu yang tidak dapat merasakan lemak mempunyai variansi genetik mengenai cara mereka memproses makanan yang kemudian kemungkinan mengarah kepada ngemil makanan berlemak secara tidak sadar.

“Mereka yang lebih sensitif terhadap kandungan lemak lebih gampang mengontrol diet mereka”, kata Kathleen L. Keller, rekan peneliti dari Pusat Penelitian Obesitas New York di Rumah Sakit Roosevelt, St. Luke. “Kami berpendapat orang-orang ini terlindungi dari obesitas karena kemampuan mereka mendeteksi perubahan kecil kandungan lemak”.

Keller dan koleganya mempelajari 317 orang dewasa kulit hitam, mengidentifikasi varian umum pada gen CD36 yang terkait dengan preferensi pribadi untuk menambahkan lemak seperti mentega, minyak dan lumuran keju. Varian yang sama juga ditemukan berhubungan dengan preferensi lemak pada sampel produk susu pada kelompok kecil anak-anak.

Keller mengatakan bahwa penting membatasi sampel penelitian terhadap kelompok etnis tertentu untuk mengurangi variasi gen. Timnya meminta peserta penelitian mengenai diet normalnya dan bagaimana mereka menerima ‘rasa’ minyak dan krim salad yang lemaknya antara 5 – 55 persen. Sekitar 21 persen peserta ternyata termasuk kelompok genotip ‘berisiko’ melaporkan kesukaan terhadap makanan berlemak dan merasa saus salad terasa lebih cremy dibandingkan kelompok lain.

“Ini adalah ilmu pengetahuan yang sedang berkembang”, kara Jeannie Gazzaniga-Moloo, juru bicara Asosiasi Diet Amerika (American Dietetic Association) dan instruktur nutrisi di Universitas Negeri California di Sacramento. “Meskipun demikian, penelitian in harus terus berlanjut karena kita yakin tahu bahwa rasa adalah dorongan seseorang untuk makan”.

Abstrak lain yang dipresentasikan di pertemuan yang dilaksanakan di New Orleans, menguraikan tema “pengecap-lemak”. “Citra otak fungsional menyatakan bahwa presepsi individu terhadap ‘kenyamanan tekstur lemak’ menunjukkan dua regio otak, korteks orbitofrontal dan korteks cingulatum pregenual”, jelas Edmund Rolls, dari Pusat Neurosains Komputasional Oxford di Inggris. “Perbedaan sensitivitas dua area tersebut berhubungan dengan kesukaan akan coklat berperan dalam obesitas”, jelasnya.

Gazzaniga-Moloo mengatakan masih prematur untuk menghubungkan kenaikan berat badan dengan gen pengecap lemak yang baru-baru ini teridentifikasi, karena penelitian belum menunjukan sebab dan akibat. "Jika kita menemukan orang-orang yang pengecap-lemak, beberapa lebih banyak dari yang lainnya...hal ini dapat menjelaskan mengapa makanan bebas-lemak tidak sepopuler makanan penuh-lemak”, katanya. Lebih lanjut ia mengatakan, “Jelas-jelas hal tersebut akan membantu kita memahami sekeping puzzle, mengapa pengganti lemak yang sekarang tidak memberikan prestasi sempurna seperti yang sebelumnya kita kira. Saya terus terang menganggap hal ini sangat menarik”.

Keller mengatakan informasi ini dapat bermanfaat untuk membantu mencocokkan individu dengan rencana dietnya dengan lebih baik terhadap fisiologi individunya sendiri. Industri makanan juga dapat mendesain produk modifikasi lemak yang lebih menjual berdasarkan data. “Secara umum, sulit untuk menciptakan pengganti lemak yang sama rasanya dengan yang asli. Tetapi hal ini dapat membantu memformulasikan makanan”, pungkasnya.

Referensi:

Judul asli:Poor 'Fat-Tasters' May Tend to Be Heavier

Kathleen L. Keller, Ph.D., research associate, New York Obesity Research Center, St. Luke's Roosevelt Hospital, New York City; Jeannie Gazzaniga-Moloo, Ph.D., R.D., spokeswoman, American Dietetic Association, and nutrition instructor, California State University, Sacramento, Calif.; June 2011, presentation, Institute of Food Technologists Annual Meeting & Food Expo, New Orleans

http://healthfinder.gov/news/newsstory.aspx?docID=654222

No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!