Friday, 7 October 2011

Komplikasi Pencabutan Gigi - Intraoperatif (Perdarahan)

Wah!
Rasanya ada yang ganjil kalo saya memposting tentang komplikasi terlebih dahulu sebelum yang laen. Tapi, daripada material yang ini membusuk dalam harddisk saya, jadi saya keluarin duluan nggak papa ya. LOL. Nanti pendahuluan, teknik dan penjelasan tentang pencabutan giginya menyusul :D.
Happy reading!
Respon pasien tertentu dianggap sebagai kelanjutan yang normal akibat pembedahan, yaitu perdarahan, rasa sakit dan edema. Tetapi apabila berlebihan, perlu dipikirkan lagi apakah termasuk morbiditas yang biasa ataukah komplikasi. Komplikasi digolongkan menjadi intraoperatif, segera sesudah operasi dan jauh sesudah operasi. Pencegahan, pengenalan dan cara mengatasi komplikasi akan didiskusikan di sini. Pencegahannya tergantung pada pemeriksaan riwayat, pemeriksaan menyeluruh, foto rontgen yang memadai dan rencana pembedahan yang memuaskan.



Tanpa memandang pengalaman operator, kesempurnaan persiapan dan keterampilan, komplikasi masih bisa terjadi pada situasi perawatan tertentu. Karena itu komplikasi tertentu kadang-kadang tidak dihindarkan. Perdebatan sekarang ini yang cenderung menganggap sebagian besar komplikasi disebabkan oleh kesalahan pembedahan adalah tidak akurat dan merupakan salah pengertian.

Komplikasi Intraoperatif

PERDARAHAN

Perdarahan merupakan ancaman. Perdarahan mungkin merupakan komplikasi yang paling ditakuti karena bagi dokter maupun pasien dianggap mengancam kehidupan. Pasien dengan gangguan pembekuan darah yang tidak terdiagnosis sangatlah jarang. Insidensi hemofilia yang terdiagnosis di Amerika Serikat pada orang dewasa adalah 1:20.000 dan insidensi penyakit Christmas lebih jarang lagi. Kebanyakan pasien adalah individu dengan penyakit hepar, misalnya seorang alkoholik yang menderita sirosis, pasien yang menerima terapi antikoagulan atau pasien yang minum aspirin dosis tinggi atau agen antiradang non-steroid yang lain. Semua itu berisiko mengalami perdarahan. Apabila riwayat kesehatan menunjukkan kecurigaan pada penyakit tertentu, sebaiknya menghubungi dokter yang merawat sebelumnya, sebelum melakukan tindakan. Berbagai tes laboratorium dapat mengkonfirmasikan atau menyingkirkan masalah atau mengidentifikasi bagian khusus yang menyebabkan kegagalan mekanisme pembentukan bekuan darah (Tabel 1 dan Tabel 2). Apabila pasien mengalami mekanisme pembekuan darah yang abnormal, perawatan yang akan dilakukan adalah kolaborasi antara dokter gigi dan dokter umum.

Tabel 1. Tes Koagulasi

Tabel 2. Faktor Pembekuan Darah
enghindari pembuluh darah. Pengetahuan mengenai anatomi merupakan jaminan terbaik untuk menghadapi kejadian yang tidak diharapkan yaitu perdarahan pada arteri atau vena. Regio-regio risiko tinggi adalah palatum dengan arteri palatina mayor, vestibulum bukal molar bawah dengan arteri facialis, margo anterior ramus mandibula yang merupakan jalur perjalanan arteri buccalis dan regio apikal molar ketiga yang terletak dekat dengan arteri alveolaris inferior. Regio mandibula anterior juga merupakan sumber perdarahan karena vaskularisasinya sangat melimpah. Keadaan patologi kadang-kadang juga mengakibatkan risiko perdarahan, misal: hemangioma dan malformasi arterivenosus adalah yang paling berbahaya. Secara umum, adanya lesi yang tumbuh dengan cepat adalah potensial berbahaya karena pertumbuhan tersebut memerlukan banyak suplai darah.

Tekanan dan klem. Penanganan awal apabila terjadi perdarahan arteri adalah dengan penekanan. Penekanan diperoleh dari penekanan langsung dengan jari atau dengan kasa. Sering hanya dengan melakukan penekanan sudah berhasil mengatasi perdarahan. Jika keluarnya darah sangat deras misalnya terpotongnya arteri, maka diklem dengan hemostat. Melakukan klem pada daerah perdarahan di mulut sangat sukar dan melakukan pengikatan (ligasi) bahkan lebih sulit lagi. Untungnya hanya dengan melakukan klem saja biasanya sudah cukup, karena daerah luka cukup diinduksi untuk membuat bekuan darah. Apabila tersedia, dapat digunakan elektrokoagulasi dari pembuluh darah yang diklem sehingga tidak perlu diikat. Alternatif lain yang biasa digunakan hanya pada pembedahan adalah menggunakan klip hemostatik pada pembuluh darah. Sesudah mengontrol perdarahan intra-operatif, maka dapat diputuskan untuk meneruskan atau menghentikan prosedut. Faktor yang mempengaruhi keputusan ini adalah kondisi fisik dan mental pasien (tanda-tanda vital), perkiraan jumlah darah yang dikeluarkan dan waktu yang digunakan untuk mengontrol perdarahan.

Bersambung ke Komplikasi Pencabutan Gigi - Intraoperatif (Fraktur)

No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!