Tuesday, 11 October 2011

Komplikasi Pencabutan Gigi - Intraoperatif (Cedera Jaringan Lunak)

Lecet dan luka bakar. Cedera jaringan lunak yang paling umum adalah lecet (luka sobek) dan luka bakar (abrasi). Lecet sering diakibatkan oleh retraksi berlebihan flap yang kurang besar. Sobeknya mukosa sering terjadi pada tempat yang tidak diharapkan yaitu pada tepi tulang, atau pada tempat penyambungan tepi-tepi flap. Komplikasi ini dapat dihindari dengan membuat flap yang lebih besar dan menggunakan retraksi yang ringan saja. Lecet akibat elevator, scalpel, dan instrumen putar sangatlah jarang. Lecet dapat dihindari dengan perhatian yang cermat oleh ahli bedah dan asistennya. Sesudah memberitahu pasien, penjahitan dilakukan bila diindikasikan. Luka bakar/ abrasi sering merupakan akibat dari tertekannya bibir yang dalam keadaan teranestesi oleh pegangan henpis lurus. Lesi ini bisa sangat tidak nyaman dan lama sembuhnya. Luka pada bibir dihindari dengan melakukan kerja sama yang baik dengan asisten pada waktu operasi. Luka bakar labial dapat diatasi dengan aplikasi salep antibiotika atau steroid yaitu bacitracin atau bethamethasone (valisone).



Emfisema subkutan. Empisema subkutan lebih sering terjadi oada regio maksilla dan disebabkan oleh adanya udara yang terjebak. Di bawah tekanan, udara dikeluarkan dari henpis yang terletak di dekat bur. Apabila melakukan operasi di tempat dataran fasial yang dalam, ada risiko masuknya kotoran ataupun flora rongga mulut melalui udara ke dalam celah-celah jaringan. Jika terdapat hubungan potensial dengan celah-celah jaringan perlu dipilih henpis yang tidak menggunakan tekanan udara. Empisema jaringan lunak dapat pula terjadi jika pasien batuk atau bersin pada waktu flap yang luas dalam keadaan terbuka. Perluasan empisema subkutan rahang atas dapat intrakranial dan berkembang menjadi meningitis atau abses cerebral.apabila terjadi empisema mediastinum sebagai akibat invasi udara daerah mandibula, akibatnya dapat tragis yaitu mediastinitis, abses dan kematian. Empisema subkutan dapat didiagnosis dengan adanya pembengkakan yang mendadak, perabaan benjolan-benjolan pada kulit setempat dan penampakan radiografis yang menunjukkan adanya udara di dalam jaringan lunak. Empisema subkutan yang luas memerlukan tindakan darurat. Perawatan rumah sakit untuk observasi jalan keluarnya udara dan terapi antibiotika intravenous merupakan indikasi.

No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!