Wednesday, 12 October 2011

Komplikasi Pencabutan Gigi - Intraoperatif (Cedera Saraf)

Nervus mandibularis paling rawan.
Saraf yang sering cedera selama pencabutan dan pembedahan gigi adalah divisi ketiga nervus trigeminus. Nervus alveolaris inferior sangat dekat dengan regio apikal gigi molar ketiga dan kadang-kadang molar kedua. Meskipun putusnya saraf relatif jarang, tetapi tekanan mungkin terjadi selama pengeluaran gigi molar ketiga yang erupsi atau impaksi, ujung akar dan fragmen akar atau keduanya.


Nervus lingualis paling sering cedera selama pencabutan molar ketiga bawah yang impaksi. Hal ini terjadi karena penyingkapan flap lingual, fraktur dataran lingual atau penembusan bur melalui korteks lingual pada waktu memecah gigi. Nervus lingualis menempel pada aspek medial mandibula pada regio molar. Pada beberapa kasus letaknya sangat tinggi, tepat di inferior batas mukosa cekat. Nervus mentalis berhubungan erat dengan apeks gigi premolar sehingga mudah diidentifikasi. Saraf mengeluarkan cabang anterior ke bibir bawah, yang relatif superfisial dan mudah terkena cedera. Cabang nervus mentalis mudah terpotong selama pembuatan flap atau mengalami cedera regangan akibat retraksi. Pada rahang tak bergigi, kondisi atrofi yang merupakan akibat sekunder dehisense tilang, nervus alveolaris inferior, nervus lingualis dan nervus mentalis mungkin letaknya superfisial, menempel pada basis mandibula.

Cedera saraf yang terlambat ditemukan
Malangnya, cedera saraf sensorik hanya kadang dapat diketahui pada waktu tindakan operasi. Pasien sering merasakan kelainan tanpa suata tanda sebelumnya. Rujukan segera sangat diperlukan, karena diperlukan perawatan sedini mungkin. Apabila kontinuitas saraf tetap terjada, sensasi biasanya kembali sesudah 2 – 6 bulan. Apabila melebihi jangka waktu tersebut, kesempatan untuk kembali seperti semula amatlah kecil. Cedera saraf dirawat dengan dekompresi, eksisi dan anastomosis ulangan atau cangkok. Cedera saraf ini merupakan kejadian yang sering dipermasalahkan oleh pasien dan kadang-kadang sampai dimejahijaukan.


No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!