Tuesday, 18 October 2011

Monitoring Tekanan Darah at-Home Versus in-Office


Tanpa adanya kecemasan dalam kunjungan ke praktik dental, pembacaan pasien dengan kelainan ginjal ternyata menunjukkan hasil yang lebih akurat. Tekanan darah yang dicatat selama 24 jam lebih pada alat monitoring tekanan darah portable tampaknya lebih efektif daripada tekanan darah yang diukur di klinik dokter, untuk prediksi apakah pasien dengan penyakit ginjal kronis akan mengalami gagal ginjal ataupun kematian. Itu adalah penemuan penelitian Itali yang melibatkan 436 pasien penyakit ginjal yang tidak melakukan dialisis.



Dalam penelitian ini, tekanan darah tiap pasien diukur beberapa kali selama dua hari di klinik dokter. Pasien juga diberikan pengukur tekanan darah portabel untuk monitoring setiap 15 menit selama siang hari dan setiap setengah jam malam hari selama 24 jam.

Pemantauan tekanan darah at-home dipercaya dapat mengatasi apa yang dikenal sebagai “hipertensi jas putih” (“white coat hypertension”), dimana tekanan darah pasien meninggi karena stress dan kecemasan ketika mengunjungi klinik dokter. Menurut informasi latar belakang dalam artikel ini, pasien dengan penyakit ginjal kronis rentan terhadap hal ini.

Penelitian sebelumnya juga mendapatkan kesimpulan bahwa pembacaan tekanan darak saat malam hari memberikan gambaran yang lebih aktual mengenai status tekanan darah karena ini adalah saat dimana pasien beristirahat dan bebas dari stress fisik dan emosional yang dapat mempengaruhi pembacaan. Tindak lanjut selama 4,2 tahun, 86 orang pasien mengalami gagal ginjal dan 69 meninggal. Terdapat pula 63 kasus kardiovaskuler non-fatal dan 52 kematian yang disebabkan karena masalah kardiovaskuler.

Pasien yang mempunyai risiko masalah ginjal ataupun kardiovaskuler tertinggi adalah mereka yang bacaan tekanan darah sistolik siang harinya mencapai 135 mmHg ataupun lebih tinggi; bacaan diastolik tinggi; bacaan sistolik malam harinya mencapai 124 mmHg ataupun lebih tinggi; dan mereka yang bacaan diastolik saat malam harinya 70 mmHg ataupun lebih tinggi. Semua pembacaan ini berasal dari alat portabel.

“Di sisi lain, pengukuran tekanan darah in-office tidak dapat memprediksi peristiwa yang akan terjadi pada sistem kardiovaskuler maupun ginjal”, pungkas peneliti.
The study appears in the June issue of the journal Archives of Internal Medicine.

Referensi:

  1. JAMA/Archives journals, news release, June 27, 2011
  2. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/news/fullstory_113688.html

No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!