Thursday, 13 October 2011

Penelitian Menunjukkan Tingkat Hepatitis Melonjak pada Golongan Pengguna Obat IV

Courtesy: overfame.com
Sebuah penelitian baru melaporkan bahwa sekitar 10 juta pengguna obat injeksi di seluruh dunia terkena hepatitis C dan 1,3 juta terkena hepatitis B. Hepatitis dapat mengarah pada sirosis, gagal hati dan kanker hati.



Para peneliti menganalisa data internasional dan menemukan tingkat infeksi hepatitis C diantara pengguna obat injeksi (injection drug users, IDU) sekitar 60 – 80 persen di 25 negara dan lebih dari 80 persen di 12 negara lainnya.

Negara-negara yang ini termasuk Spanyol (80%), Norwegia (76%), Jerman (75%), Perancis (74%), Amerika Serikat (73%), Cina (67%), Kanada (64%), Itali (81%), Portugal (83%), Palistan (84%), Belanda (86%), Thailand (90%) dan Meksiko (97%). Tingkat yang lebih rendah ada pada Selandia Baru (52%), Australia (55%) dan Inggris (50%). Negara yang paling banyak jumlah IDU terinfeksi virus hepatitis C (HCV) adalah Cina (1,6 juta), Amerika Serikat (1,5 juta) dan Rusia (1,3 juta).

Tingkat infeksi hepatitis B antara 5 – 10 persen di 21 negara dan lebih dari 10 persen di 10 negara. Tingkat paling tinggi dipegang Vietnam (20%), Estonia (19%), Saudi Arabia (18%) dan Taiwan (17%). Inggris adalah negara Eropa barat yang paling tinggi tingkat infeksi hepatitis B-nya (9%). Tingkat infeksi hepatitis B di Amerika Serikat adalah 12%.

“Respon kesehatan publik terhadap transmisi virus melalui-darah pada IDU telah menjadi perhatian utama pada penderita HIV. Pemeliharaan dan penguatan respon terhadap HIV pada IDU tetap menjadi hal yang penting, tetapi signifikansi hepatitis virus memerlukan perhatian yang lebih besar sekarang ini”, jelas Paul Nelson dkk dari Pusat Penelitian Obat dan Alkohol Nasional di Universitas New South Wales, Sydney.

“Usaha untuk mencegah, mengobati dan mengurangi risiko penyakit hati pada IDU merupakan hal yang penting, terutama pada situasi dimana HIV dapat dicegah ataupun dikelola, karena sejumlah besar IDU terinfeksi HCV dan morbiditas yang signifikan berasal dari infeksi ini berarti biaya kesehatan dan ekonomi untuk HCV karena pengguna obat injeksi mungkin sama banyak (atau malah lebih tinggi) dengan yang dikeluarkan bagi penderita HIV”, tambah peneliti.
“Penatalaksanaan HCT masih belum optimal. Sebagian diantaranya adalah alasan biaya yang tinggi, yang menjadi tembok substansial untuk meningkatkan jangkauan perawatan di tatanan sumber daya minimal hingga biayanya dapat berkurang”, simpul para peneliti.

Referensi:
The Lancet, news release, July 27, 2011
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/news/fullstory_114751.html

No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!