Saturday, 15 October 2011

Sepertiga Dunia Terinfeksi Hepatitis

Sekitar sepertiga populasi global, atau 2 milyar manusia, telah terinfeksi dengan salah satu virus yang menyebabkan penyakit hepatitis, yang membunuh setidaknya sejuta orang tiap tahun, kata Organisasi kesehatan Dunia (World health Organization).

Dan meskipun sebagian besat pembawa hepatitis tidak tahu bahwa mereka sudah terinfeksi, mereka tidak tahu bahwa mereka dapat menularkannya pada orang lain dan pada saat yang sama, mereka dapat terbunuh karena penyakit tersebut, salah seorang agen PBB mengingatkan.



“Hepatitis adalah penyakit kronis yang tersebar di seluruh dunia, tetapi sayangnya masih sangat sedikit kesadaran, bahkan di antara para pembuat kebijakan”, kata spesialis hepatitis WHO, Steven Wiersma kepada pers.

Konferensi yang disebut sebagai Hari Hepatitis Dunia PBB, mengingatkan dunia akan adanya penyakit virus ini, yang sebagian besar disebarkan melalui air dan makanan yang terkontaminasi, darah, semen dan cairan tubuh lainnya

Wiersma mengatakan bahwa penyakit ini – yang virusnya dikategorikan menjadi lima – ternyata menghabiskan biaya yang menggemparkan pada sistem pelayanan kesehatan di seluruh dunia dan mempunyai potensi mencetuskan epidemi, termasuk sebagai penyebab utama sirosis dan kanker hepar.

Dari lima virus yang disebut sebagai virus A, B, C, D dan E, jelas dokumen WHO, virus B adalah yang paling umum dan dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya saat lahir atau pada bayi dan anak-anak, termasuk melalui injeksi yang terkontaminasi atau penggunaan obat-obat parenteral.

Virus E ditularkan melalui makanan ataupun air yang terinfeksi, penyebab paling umum penyakit tersebut di negara-negara berkembang dan mulai meningkat jumlahnya di negara maju, menurut WHO.

WHO menyatakan bahwa vaksin yang efektif telah dikembangkan untuk melawan virus A dan B yang juga dapat digunakan untuk virus D. Vaksin A untuk virus E telah dikembangkan tetapi tidak tersedia secara luas, tetapi belum ada vaksin untuk virus C.

Kampanye vaksinasi telah memperoleh sukses di beberapa negara, dengan 180 dari 193 negara anggota yang sekarang memasukkan vaksin B dalam program imunisasi mereka.

Tetapi, banyak yang perlu dilakukan untuk mencegah ataupun mengontrol penyakit. Penting untuk memastikan bahwa individu yang sudah terinfeksi mendapatkan pemeriksaan, perawatan dan tindakan yang berkualitas tanpa penundaan, lapor dokumen WHO tersebut.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/news/fullstory_114715.html

No comments:

Post a Comment

Hi, everyone! Please feel FREE to express yourself here!