Friday, 23 December 2011

Reaksi Alergi Anafilaksis

artoonstock.com
Reaksi Alergi Berat: Pendahuluan
Anafilaksis adalah reaksi alergi berat yang berlangsung cepat dan menyebabkan respon membahayakan jiwa yang melibatkan keseluruhan tubuh. Reaksi ini mampu memicu kesulitan bernafas dan syok yang akhirnya menyebabkan kematian.

Reaksi anafilaksis dapat terjadi jika seseorang terpapar substansi yang menyebabkan reaksi di masa lalu, yang disebut antigen. Peristiwa ini disebut “sensitisasi”.

Sengatan lebah, misalnya tidak menyebabkan reaksi alergi saat pertama kali tersengat. Sengatan lebah yang lain dapat menyebabkan reaksi alergi berat dan tiba-tiba yang disebut dengan reaksi anafilaksis atau syok anafilaksis

Reaksi ini biasanya terjadi dalam hitungan detik hingga menit setelah terpapar. Biasanya, reaksi ini tertunda. Seseorang dapat memicu sensitisasi dan anafilaksis terhadap substansi yang telah terpapar selama beberapa kali di masa lalu tanpa reaksi, dan kadang-kadang seseorang tidak mengingat kapan paparan sebelumnya.

Friday, 16 December 2011

Malpraktik: Penanganan Malpraktik

dmd.com
Pada dasarnya penanganan kasus malpraktik dilakukan dengan mendasarkan kepada konsep malpraktik medis dan adverse events yang diuraikan di atas. Dalam makalah ini tidak akan diuraikan pelaksanaan pada kasus per-kasus, namun lebih ke arah hasil pembelajaran (lesson learned) dari pengalaman penanganan berbagai kasus dugaan malpraktik, baik dari sisi profesi maupun dari sisi hukum.

Suatu tuntutan hukum perdata, dalam hal ini sengketa antara pihak dokter dan rumah sakit berhadapan dengan pasien dan keluarga atau kuasanya, dapat diselesaikan melalui dua cara, yaitu cara litigasi (melalui proses peradilan) dan cara non litigasi (di luar proses peradilan).

Friday, 9 December 2011

Malpraktik: Implikasi Hukum

stus.com
Istilah malpraktik memang bukan istilah hukum yang tertera di dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, namun berbagai tindakan yang termasuk ke dalam kelompok tindak malpraktik telah diatur dalam hukum pidana. Kata malpraktik lebih diartikan sebagai suatu "genus" tindak pidana yang "spesies" nya teruraikan di dalam berbagai pasal ketentuan pidana.

Jenis pidana yang paling sering dituntutkan kepada dokter adalah pidana kelalaian yang mengakibatkan luka (pasal 360 KUHP), atau luka berat atau mati (pasal 359 KUHP), yang dikualifikasikan dengan pemberatan ancaman pidananya bila dilakukan dalam rangka melakukan pekerjaannya (pasal 361 KUHP). Sedangkan pidana lain yang bukan kelalaian yang mungkin dituntutkan adalah pembuatan keterangan palsu (pasal 267-268 KUHP), aborsi ilegal (pasal 349 KUHP jo pasal 347 dan 348 KUHP), penipuan dan misrepresentasi (pasal 382 bis), pidana perpajakan (pasal 209 atau 372 KUHP), pencemaran lingkungan hidup (pasal 42 dan 43 UU Pengelolaan Lingkungan Hidup), euthanasia (pasal 344 KUHP), penyerangan seksual (pasal 284-294 KUHP), dan lain-lain.

Friday, 2 December 2011

Malpraktik: Pemahaman dari Segi Kedokteran dan Hukum

http://www.lawyerscareers.com
Tuntutan hukum yang diajukan oleh pasien atau keluarganya kepada pihak rumah sakit dan atau dokternya dari waktu ke waktu semakin meningkat kekerapannya. Tuntutan hukum tersebut dapat berupa tuntutan pidana maupun perdata, dengan hampir selalu mendasarkan kepada teori hukum kelalaian. Dalam bahasa sehari-hari, perilaku yang dituntut adalah malpraktik medis, yang merupakan sebutan "genus" dari kelompok perilaku profesional medis yang "menyimpang" dan mengakibatkan cedera, kematian atau kerugian bagi pasiennya.